Ambon | Maluku.Newsline.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas (MPM-U) Universitas Darussalam (UNIDAR) Ambon menggelar aksi konsolidasi massa di depan Kampus UNIDAR Ambon, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap berbagai fenomena sosial, politik, dan kebijakan pemerintah yang dinilai menjadi perhatian serius kalangan mahasiswa.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan semangat “Reformasi Jilid II” sebagai bentuk kritik terhadap kondisi bangsa yang dianggap masih diwarnai berbagai persoalan ketidakadilan dan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat.
Jenderal Lapangan aksi, Arsad, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan negara berpihak kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fenomena yang saat ini terjadi di Indonesia menjadi perhatian serius bagi mahasiswa. Sebagai mahasiswa Universitas Darussalam Ambon, kami memandang ketidakadilan dan ketidakseriusan pemimpin dalam menyelesaikan persoalan rakyat sebagai sesuatu yang harus dikritisi. Melalui aksi konsolidasi ini, kami juga telah mempersiapkan berbagai langkah dan kesiapan untuk demonstrasi yang akan dilaksanakan nantinya,” tegas Arsad.
Menurutnya, reformasi merupakan upaya untuk membersihkan sistem pemerintahan dan birokrasi agar berjalan lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Anto dan Fitra, menegaskan bahwa gerakan yang mereka bangun akan terus berjalan sesuai dengan komitmen yang telah disepakati bersama sejak awal.
“Gerakan reformasi ini akan tetap berjalan berdasarkan komitmen yang telah kami bangun bersama. Kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan menyuarakan tuntutan yang kami anggap penting demi perbaikan bangsa,” ujar keduanya.
Dalam aksi konsolidasi tersebut, BEM-U dan MPM-U UNIDAR Ambon menyampaikan lima poin tuntutan utama yang akan menjadi fokus perjuangan mereka dalam agenda aksi mendatang, yaitu:
1. Melakukan evaluasi total terhadap pengeluaran anggaran negara.
2. Mengembalikan stabilitas biaya hidup dan energi yang terjangkau bagi masyarakat.
3. Menghentikan praktik pembagian jabatan yang dinilai tidak berdasarkan profesionalisme dan kepentingan publik.
4. Menolak keterlibatan aparat dalam pengaturan wilayah sipil yang dinilai berpotensi mengganggu prinsip demokrasi.
5. Mendesak pemerintah untuk mengakui dan bertanggung jawab atas berbagai kesalahan kebijakan yang merugikan rakyat.
Aksi konsolidasi berlangsung dengan tertib dan menjadi langkah awal bagi mahasiswa UNIDAR Ambon dalam membangun gerakan yang lebih besar untuk menyuarakan aspirasi publik. Mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan mereka merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, serta cita-cita reformasi yang berpihak kepada rakyat.
Penulis : Eston Halamury










