Presma IAKN Ambon Angkat Suara, Minta Pemprov Tidak Abai pada Tragedi Pulau Dai

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okto Isran, Presiden mahasiswa IAKN AMBON.

Okto Isran, Presiden mahasiswa IAKN AMBON.

Ambon | Maluku.Newsline.id – Presiden Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Okto Isran, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk lebih serius dan cepat dalam menangani tragedi tenggelamnya speedboat di perairan Pulau Dai dan Pulau Babar yang terjadi beberapa hari lalu.

Hingga Senin (15/6/2026), sebanyak delapan warga Desa Sinairusi, Pulau Dai, dilaporkan masih belum ditemukan. Proses pencarian korban juga terkendala kondisi cuaca dan gelombang laut yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

Okto Isran menyampaikan kekecewaannya terhadap respons Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilainya belum menunjukkan kehadiran nyata bagi keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai Presiden Mahasiswa IAKN Ambon, saya merasa kecewa terhadap Pemerintah Provinsi Maluku. Dalam situasi duka akibat tenggelamnya speedboat di perairan Pulau Dai dan Pulau Babar beberapa hari lalu, hingga hari ini delapan warga Desa Sinairusi masih belum ditemukan,” ujar Okto kepada media, Senin (15/6/2026).

Masyarakat Butuh Kehadiran Pemerintah

Okto, yang juga merupakan putra daerah Pulau Dai, menegaskan bahwa masyarakat Desa Sinairusi saat ini membutuhkan dukungan dan perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama dalam upaya pencarian korban yang masih hilang.

Menurutnya, pemerintah seharusnya hadir sebagai pemimpin dan pengoordinasi berbagai sumber daya yang dimiliki negara untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan berjalan maksimal.

“Masyarakat Pulau Dai, khususnya Desa Sinairusi, sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah Provinsi Maluku. Namun hingga saat ini kehadiran pemerintah bagi keluarga korban belum benar-benar dirasakan,” katanya.

Ia menilai keterlambatan respons pemerintah dapat memperdalam penderitaan keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga mereka yang hilang.

“Pulau Dai Adalah Maluku”

Sebagai representasi mahasiswa sekaligus masyarakat Pulau Dai, Okto mengingatkan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Provinsi Maluku. Karena itu, menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan terpencil berhak memperoleh perhatian dan perlindungan yang sama dari pemerintah.

“Pulau Dai adalah bagian dari wilayah Provinsi Maluku. Masyarakat yang berada di Pulau Dai adalah masyarakat Maluku. Masyarakat Desa Sinairusi adalah masyarakat Maluku, termasuk delapan saudara kita yang hingga hari ini belum ditemukan,” tegasnya.

Ia juga mengutip prinsip hukum Salus Populi Suprema Lex Esto, yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Menurut Okto, prinsip tersebut harus menjadi landasan bagi pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya, terutama terhadap masyarakat yang berada di wilayah terluar dan terpencil.

“Pemerintah dan negara harus hadir bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil. Keadilan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang jarak dari pusat pemerintahan, termasuk kami yang berada jauh dari pusat kota,” ujarnya.

Pencarian Masih Berlangsung

Sementara itu, proses pencarian terhadap delapan korban yang masih hilang terus dilakukan meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan kondisi laut yang kurang bersahabat.

Hingga berita ini diturunkan, di Desa Sinairusi, keluarga korban masih menaruh harapan agar seluruh korban dapat segera ditemukan serta mengharapkan kehadiran pemerintah dalam masa-masa sulit yang mereka hadapi.

Penulis : EH

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit
Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah
KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN
Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029
Narapolis Institute: Karhutla dan Kabut Asap Ancam Ketahanan Pangan dan Hasil Panen, Pemerintah Didesak Siapkan Mitigasi Ekonomi
Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku
Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka
11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:48 WIT

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:07 WIT

Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:16 WIT

KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:05 WIT

Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:29 WIT

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku

Berita Terbaru