Ambon | Maluku.Newsline.id – Dari ujung timur Indonesia, lahir sebuah kisah perjalanan inspiratif dari seorang mahasiswa Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Welem Porumau, yang berhasil menembus seleksi ketat Google Student Ambassador (GSA) 2025 dan membawa teknologi kecerdasan buatan Google ke lingkungan kampusnya.
Bangun Lebih Cepat, Melangkah Lebih Jauh
Di timur Indonesia, matahari terbit lebih awal. Karena itu, semangat untuk bergerak, belajar, dan membuktikan diri juga harus menyala lebih cepat dibandingkan mereka yang berada di wilayah barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2026 foto bersama Team google.
“Fajar pertama di timur bukanlah sekadar penanda waktu, melainkan alarm perjuangan yang berbisik bahwa kami tidak boleh tertinggal satu langkah pun di belakang,” demikian semangat yang menjadi dasar perjalanan Welem Pormau.
Seleksi Ketat Google Student Ambassador
Semangat tersebut mengantarkan Welem melalui tahapan seleksi Google Student Ambassador (GSA) yang sangat ketat. Tahun ini, terdapat lebih dari 81.000 pendaftar dari 1.900 kampus di seluruh Indonesia yang memperebutkan posisi bergengsi tersebut.
Melalui berbagai tahapan seleksi mulai dari seleksi berkas, pembuatan video, hingga wawancara yang menguji kreativitas, Google akhirnya hanya memilih 2.000 mahasiswa terbaik.

Nama Welem Porumau tercantum sebagai salah satu yang berhasil lolos, sekaligus menjadi representasi nyata dari Indonesia Timur.
Pencapaian ini menjadi semakin emosional karena ia mencatatkan sejarah baru di almamaternya sebagai Google Student Ambassador pertama dari Politeknik Negeri Ambon (Polnam).
Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan jarak dari ibu kota bukanlah penghalang bagi anak daerah untuk bersaing, berdiri sejajar, dan bersinar di tingkat nasional.
Dari Tips Nongkrong Hemat hingga Musik AI dengan Lyria
Sebagai seorang Google Student Ambassador, misi utama Welem adalah memperkenalkan ekosistem Google AI agar dapat membantu kehidupan akademis mahasiswa.
Langkah awal dilakukan dengan membuat konten kreatif di media sosial yang melibatkan teman-teman kuliah secara langsung.
Konten pertama berfokus pada kebutuhan dasar mahasiswa, yaitu mencari rekomendasi tempat nongkrong “nongki” yang ramah di kantong mahasiswa Ambon menggunakan Gemini.
Dalam video tersebut, salah satu teman Welem menyampaikan:
“Ternyata era sekarang itu apa-apa dipermudah ya. Gemini ini bisa dibilang jadi asisten pribadi kita buat nyari informasi yang akurat dan valid. Ini bener-bener mempermudah saya sebagai mahasiswa yang butuh info cepat.”
Respons tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat memberikan solusi praktis dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Tidak berhenti di situ, Welem juga membuat konten kedua yang mempertemukan teknologi dengan seni melalui fitur Lyria dari Gemini. Melalui ekosistem musik AI ini, ia mengajak teman-teman kampus untuk berkolaborasi menciptakan lagu sederhana hanya dari ide mentah yang diolah secara instan.
Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya tentang coding atau hal teknis, tetapi juga ruang kreativitas tanpa batas yang dapat dinikmati siapa saja, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang musik.
Terbang ke Kantor Google Indonesia di Jakarta
Konsistensi dalam membuat konten dan mengedukasi rekan sejawat membuahkan hasil yang tidak terduga.
Dari total 2.000 GSA di seluruh Indonesia, Google kembali melakukan seleksi dan memilih 150 orang terbaik yang dinilai paling aktif dan memberikan dampak nyata di komunitasnya.
Para peserta tersebut diundang untuk menghadiri Inaugurasi GSA sekaligus Office Tour di Kantor Pusat Google Indonesia di Jakarta.

Welem Porumau menjadi salah satu dari 150 orang terpilih tersebut.
Keberangkatan ke Jakarta bukan lagi sekadar perjalanan pribadi, melainkan misi kehormatan untuk mewakili Maluku dan Politeknik Negeri Ambon di tingkat nasional.
Melihat langsung gedung pencakar langit Jakarta dan memasuki kantor Google memberikan pengalaman luar biasa yang tidak terlupakan.
Kesempatan mengeksplorasi kantor Google, berdiskusi dengan mentor, serta bertukar pikiran dengan ratusan mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia membuka cara pandang baru bagi Welem.
Ia kemudian kembali ke Ambon dengan membawa ilmu baru, jaringan luas, serta semangat yang ingin dibagikan kepada rekan-rekan kampus.
GSA Menyapa: Nugas Lebih Cepat dan Seru
Sekembalinya ke kampus, Welem semakin aktif berbagi ilmu. Sebagai pelopor GSA di Polnam, ia menginisiasi kegiatan edukasi tatap muka bertajuk “GSA Menyapa: Nugas Lebih Cepat dan Seru”.
Kegiatan ini bertujuan mengubah cara pandang mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah.

Fokus utama acara tersebut adalah memperkenalkan Gemini Canvas, sebuah inovasi yang memungkinkan mahasiswa menulis, menyusun, dan mengedit draf tugas dalam satu layar tanpa harus melakukan proses salin-tempel antar aplikasi.
Antusiasme peserta sangat tinggi karena mereka langsung mempraktikkannya menggunakan laptop masing-masing.
Salah satu peserta menyampaikan:
“Terima kasih banyak, Kak Welem. Gara-gara Kakak, aku jadi tahu ternyata ada AI yang secanggih Gemini Canvas ini. Ini penyelamat produktivitas kami. Sekarang kami bisa fokus pada kualitas isi tugas, bukan lagi capek urusan copy-paste.”
Smart Study: Menguasai Akuntansi dengan NotebookLM
Kesuksesan kegiatan pertama mendorong Welem untuk mengadakan kegiatan lanjutan bertema “Smart Study, Low Stress: Menguasai Akuntansi Sektor Publik Lewat Kolaborasi Digital Bersama NotebookLM”.
Kegiatan ini berfokus pada mahasiswa Akuntansi yang sering menghadapi kesulitan karena materi yang kompleks, mulai dari teori, regulasi pemerintah, hingga dokumen legalitas keuangan yang tebal.

Metode belajar konvensional yang mengandalkan hafalan manual dianggap kurang efektif di era digital.
Melalui NotebookLM, mahasiswa diajarkan untuk mengunggah dokumen tebal ke sistem, lalu mengubahnya menjadi ringkasan interaktif.
AI tersebut dapat digunakan untuk tanya jawab layaknya asisten dosen pribadi, membantu memetakan konsep rumit, hingga membuat panduan belajar mandiri secara cepat tanpa menghilangkan esensi akademik.
Salah satu mahasiswi peserta menyampaikan pengalamannya:
“Setelah mencoba NotebookLM di acara Kak Welem tadi, rasanya beban di kepala langsung hilang setengah. Kita tinggal unggah dokumen, lalu bisa mendapat ringkasan dan bertanya langsung seperti ke dosen pribadi. Belajar Akuntansi jadi jauh lebih seru.”
Top 500 Rising Star Google Student Ambassador
Konsistensi, dedikasi, dan kerja keras dalam menggelar dua event besar di kampus membuahkan hasil yang luar biasa.
Berkat dampak nyata dan antusiasme tinggi dari ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Ambon, Google memberikan apresiasi tertinggi dengan menobatkan Welem Porumau sebagai bagian dari Top 500 Rising Star Google Student Ambassador Indonesia.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kontribusi dari wilayah timur Indonesia mampu memberikan dampak yang diakui di tingkat nasional.
Dari Ambon Kita Juga Bisa
Perjalanan dari sudut Kota Ambon hingga ke kantor pusat Google Indonesia membuktikan bahwa teknologi AI adalah jembatan untuk melipatgandakan potensi anak bangsa.
Hambatan geografis dan jarak ribuan kilometer dari ibu kota bukan lagi alasan untuk tertinggal dalam penguasaan teknologi masa depan.
Teknologi telah menyamakan garis start bagi semua orang.
Matahari memang terbit lebih awal di timur Indonesia, dan kini Politeknik Negeri Ambon telah membuktikan bahwa cahaya inovasi juga dapat bersinar sama terang dari wilayah timur.
Sebagai pelopor GSA di Polnam, Welem Porumau menegaskan bahwa langkah awal perubahan digital telah dimulai untuk mencetak generasi mahasiswa yang cerdas, cepat, dan berintegritas.
“Dari Ambon, kita juga bisa,” demikian pesan penutupnya.
Editor : KB Ambon










