Ambon | Maluku.Newsline.id – Minimnya perhatian pimpinan terhadap kader pasca-perkaderan kembali jadi sorotan di tubuh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Maluku. Seorang kader asal Maluku yang baru mengikuti Darul Arqam Madya Nasional (DAMNAS) di Tangerang mengaku terlantar hampir dua bulan di Jakarta tanpa kepastian tiket pulang.
Kegiatan DAMNAS jenjang perkaderan tingkat menengah itu berlangsung 12-17 Mei 2026 di Kota Tangerang. Agenda ini seharusnya menjadi langkah strategis mencetak kader yang berintelektual, berideologi, dan berjiwa kepemimpinan. Namun proses pasca-kegiatan dinilai belum mendapat atensi memadai dari Ketua Umum DPD IMM Maluku maupun Ketua Umum PC IMM Kota Ambon.
Kekecewaan itu disampaikan Ketua Komisariat Universitas Darussalam Ambon, Saleh Mony, yang merupakan perwakilan kader IMM Maluku pada DAMNAS tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini saya lagi ikut DAMNAS di PC IMM Kota Tangerang cuma mau balik tapi tiket tidak ada dan sudah hampir 2 bulan di Jakarta ini tidak ada perhatian serius dari Ketum DPD IMM Maluku sama Ketum Cabang IMM Kota Ambon,” ujar Saleh kepada media ini Minggu (28/6/2026).
Ia mengaku resah dengan kinerja pimpinan daerah dan cabang. Menurutnya, kader yang sudah berjuang mengikuti jenjang 2 perkaderan justru dibiarkan berjuang sendiri setelah kegiatan selesai.
“Makanya saya sangat resah terhadap kinerja mereka karena tidak ada perhatian serius terhadap saya sebagai kader yang mengikuti perkaderan jenjang 2 DAMNAS,” tegasnya.
Saleh menegaskan kader adalah aset utama organisasi. Ketika kader tidak mendapat pendampingan, maka yang harus dievaluasi adalah kualitas kepemimpinan, bukan semangat kader.
“Kader adalah investasi organisasi. Ketika kader berjuang sendiri tanpa perhatian dari pimpinan, maka yang perlu dievaluasi bukan semangat kadernya, melainkan kualitas kepemimpinannya,” pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, konfirmasi dari Ketua Umum DPD IMM Maluku dan Ketua Umum PC IMM Kota Ambon terkait nasib kader DAMNAS tersebut belum diperoleh. Publik menanti sikap dan langkah konkret pimpinan untuk menyelesaikan persoalan yang dinilai mencoreng marwah perkaderan IMM.
Editor : Eston Halamury










