Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Adat Pegunungan Seram Utara Aksi Demonstrasi di Depan Kantor Gubernur Maluku, kamis (20/8/2026).

Masyarakat Adat Pegunungan Seram Utara Aksi Demonstrasi di Depan Kantor Gubernur Maluku, kamis (20/8/2026).

Ambon | Maluku.Newsline.id Gelombang aksi protes terhadap kawasan Taman Nasional Manusela kembali mencuat saat Aliansi Sou Upaa Melawan bersama sejumlah elemen Masyarakat Adat Maluku menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Maluku pada Kamis (20/8/2026). 

Aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan Masyarakat Adat di pegunungan Seram Utara.

Aksi demonstrasi ini berlangsung sekitar pukul 12.00 WIT. Massa aksi terlihat membawa sejumlah poster yang bertuliskan tentang tuntutan Masyarakat Adat. Sejumlah poster yang dibentangkan di antaranya bertuliskan “Kembalikan Hak Kami” dan “Kawal Surat-Sumpah Jangan Rampas Ruang Hidup Kami.”

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pemuda adat Pegunungan Seram Utara, Jo Makualaina, mengungkapkan kelanjutan harapan dari Masyarakat Adat Pegunungan Seram Utara yang menginginkan kawasan konservasi di wilayah adatnya dicabut.

“Harapan masyarakat adat Pegunungan di Seram Utara itu mau cabut Taman Nasional Manusela dan juga pembebasan hutan terkait dengan hak-hak ulayat mereka yang sudah diklaim oleh BPKH (Balai Pemantapan Kawasan Hutan)” tegasnya.

Dalam aksi demonstrasi tersebut massa aksi juga menyinggung insiden yang terjadi saat perayaan HUT ke-81 RI pada 17 agustus 2026 di Lapangan Merdeka Ambon.

Katanya, mereka menyayangkan adanya ucapan yang dinilai sangat merendahkan dan menyinggung pemuda adat Pegunungan Seram Utara saat ingin menemui Gubernur Maluku dalam peristiwa tersebut.

Foto Aksi
Aksi Demonstrasi di halaman kantor Gubernur Maluku

Namun, bagi Jo isu tersebut bukanlah hal yang menjadi fokus utama aksi yang dilakukan.

“Ada juga mengenai isu rasisme. Tapi isu rasisme itu merujuk pada surat yang terjadi, yang kemudian kami sangat menyayangkan isu rasisme itu” katanya.

Menurutnya, fokus utama aksi mereka menyoroti persoalan yang terjadi di pegunungan Seram Utara yakni persoalan taman Nasional Manusela dan isi surat Raja Tanah Manusela yang telah diberikan kepada Gubernur Maluku.

“Poin penting juga kami lebih merujuk pada isi surat yang kemudian diamanatkan lewat saudara kami terhadap Upu Latu Maluku, Bapak Hendrik Lewerissa, untuk bagaimana melihat dan juga merespon terkait dengan isi surat tersebut” ungkapnya.

Bagi mereka yang dipertahankan di pegunungan Seram Utara bukan hanya tanah, melainkan ruang hidup yang ada di dalamnya, air, hutan, sumber pangan, hukum adat, dan tradisi yang telah dipraktekan secara turun-temurun sebelum adanya negara ini.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku
Narapolis Institute: Polemik “Monyet” Jangan Mengaburkan Persoalan Tanah Adat
Mahasiswa Pegunungan Seram Utara di Halangi Aparat saat Ingin Bertemu Gubernur Maluku
Gandeng DPD RI, Narapolis Ajak Pemuda Maluku Perangi Hoaks dan Rawat Ekosistem Digital
Gotong Royong Warga Kahena: Aksi Spontan Bongkar Pipa Ilegal Demi Selamatkan Debit Air Bersih
Pejalan Kaki Tewas Terlindas Trailer di Al-Fatah, Aktivis Desak Dishub Ambon Evaluasi Total Pengawasan Kendaraan Berat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:46 WIT

Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:47 WIT

Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:10 WIT

Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:52 WIT

Narapolis Institute: Polemik “Monyet” Jangan Mengaburkan Persoalan Tanah Adat

Berita Terbaru