Gotong Royong Warga Kahena: Aksi Spontan Bongkar Pipa Ilegal Demi Selamatkan Debit Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga RT 007/RW 017, kawasan Kahena, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Pada

Minggu, 9 Agustus 2026 Puluhan warga yang terdiri dari kaum laki-rata dan perempuan turun tangan secara bersama-sama melakukan aksi penertiban dengan membongkar pipa siluman (selundupan) yang dipasang secara sepihak oleh oknum tak bertanggung jawab.

Aksi spontan ini dilatarbelakangi oleh keresahan mendalam warga setempat terhadap kondisi debit air bersih yang mengalir ke bak penampungan swadaya masyarakat Kahena.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keresahan Warga: Debit Air Terus Menyusut

Menurut warga setempat, pemasangan pipa selundupan oleh oknum tersebut berdampak langsung pada kelancaran distribusi air bersih.

Aliran air yang sebelumnya sudah terasa kecil, semakin melemah akibat adanya pembagian atau penambahan sambungan liar menuju jalur pribadi sang oknum.

“Kalau ada penambahan pipa ilegal lagi seperti ini, air yang masuk ke bak penampung sudah tidak bisa mengalir lancar seperti biasanya. Akibatnya, sebagian besar warga Kahena tidak kebagian air bersih dan mengalami krisis air,” Ungkap Lasoni, warga kahena.

Kondisi ini membuat kesabaran warga memuncak. Pasalnya, bak penampungan tersebut merupakan hasil swadaya murni masyarakat Kahena untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sehingga penggunaannya harus diatur secara adil dan transparan demi kepentingan bersama.

Pembagian Peran: Solidaritas Tanpa Pandang Bulu

Aksi penertiban ini berlangsung tertib namun penuh ketegasan. Seluruh elemen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, bahu-membahu menunjukkan aksi solidaritas yang tinggi dengan pembagian tugas yang terorganisir secara alamiah:

IMG 20260809 WA0000

Kaum Laki-Laki Bergerak ke titik-titik pemasangan, bahu-membahu membongkar dan melepaskan sambungan pipa selundupan yang tersambung ke jalur warga.

Kaum Perempuan Tidak tinggal diam, para ibu dan perempuan Kahena turut ambil bagian dengan mengumpulkan potongan pipa yang telah dicabut, lalu membawanya langsung ke rumah oknum yang memasang pipa ilegal tersebut sebagai bentuk protes keras dan peringatan tegas.

Keterlibatan aktif perempuan dan laki-laki dalam aksi ini menegaskan bahwa persoalan krisis air bersih adalah isu krusial yang menyangkut hajat hidup seluruh warga RT 007/RW 017 Kahena.

Peringatan Keras bagi Oknum Pelaku

Melalui aksi ini, masyarakat Kahena menyampaikan pesan tegas kepada siapa pun agar tidak mengambil keuntungan pribadi yang merugikan kepentingan umum, terutama menyangkut sumber daya vital seperti air bersih.

Warga berharap insiden serupa tidak terulang kembali dan oknum yang bersangkutan dapat menghentikan tindakan penyalahgunaan jalur air demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh warga Kahena, Desa Batu Merah.

Penulis : RW

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku
Narapolis Institute: Polemik “Monyet” Jangan Mengaburkan Persoalan Tanah Adat
Mahasiswa Pegunungan Seram Utara di Halangi Aparat saat Ingin Bertemu Gubernur Maluku
Gandeng DPD RI, Narapolis Ajak Pemuda Maluku Perangi Hoaks dan Rawat Ekosistem Digital
Pejalan Kaki Tewas Terlindas Trailer di Al-Fatah, Aktivis Desak Dishub Ambon Evaluasi Total Pengawasan Kendaraan Berat
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:46 WIT

Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:47 WIT

Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:10 WIT

Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:52 WIT

Narapolis Institute: Polemik “Monyet” Jangan Mengaburkan Persoalan Tanah Adat

Berita Terbaru