Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi hukum asal Seram Utara, Yusuf Michael Efamutam, S.H.

Praktisi hukum asal Seram Utara, Yusuf Michael Efamutam, S.H.

Ambon | Maluku.Newsline.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Maluku diwarnai dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap sejumlah mahasiswa asal Seram Utara Pegunungan.

Para mahasiswa tersebut disebut datang untuk menyampaikan surat dari Raja Negeri Tanah Manusela kepada Gubernur Maluku. Namun, ketika hendak menemui orang nomor satu di Maluku tersebut, mereka diduga dihadang oleh pengawal Gubernur.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak mahasiswa, persoalan tidak berhenti pada tindakan menghadang. Mereka mengaku mendapat ucapan yang dianggap merendahkan dari salah satu oknum pengawal. Dalam pernyataan yang beredar, oknum tersebut diduga melontarkan kata “monyet” dan “bodoh” kepada mahasiswa asal Seram Utara Pegunungan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dihalangi saat ingin bertemu gubernur
Foto: Mahasiswa Pegunungan Seram utara di halangi aparat.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian dari praktisi hukum asal Seram Utara, Yusuf Michael Efamutam, S.H. Ia menyayangkan dugaan ucapan tersebut dan menilai setiap orang harus diperlakukan dengan menghormati harkat dan martabatnya.

“Kami generasi anak-anak Seram Utara bukan monyet dan bodoh. Kami adalah manusia yang dilahirkan ke dunia dengan tubuh yang sempurna. Kami anak-anak Seram Utara itu pintar dan berintelektual,” ujar Yusuf Michael Efamutam kepada wartawan, Senin (17/8/2026).

Menurut Michael, para mahasiswa datang dengan niat baik untuk menyampaikan surat kepada Gubernur Maluku. Apabila terdapat prosedur atau alasan tertentu sehingga mahasiswa tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur, menurutnya, seharusnya hal tersebut dapat disampaikan secara baik dan diberikan solusi yang tepat.

“Jangan merendahkan harkat dan martabat seseorang. Jika memang itu adalah tugas pengawal Gubernur Maluku untuk menghalangi mahasiswa, silakan dilakukan dengan cara yang baik atau memberikan solusi kepada mereka, bukan dengan mengeluarkan kata-kata yang merendahkan,” tegasnya.

Michael juga menilai dugaan ucapan tersebut tidak hanya berdampak kepada mahasiswa yang berada di lokasi, tetapi dapat menyinggung masyarakat Seram Utara secara lebih luas.

Tempuh Upaya Hukum

Atas dugaan ucapan tersebut, Michael menyatakan pihaknya berencana menempuh langkah hukum. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai agar tidak menimbulkan persoalan yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Kami akan segera menempuh upaya hukum,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, tudingan mengenai ucapan tersebut masih berdasarkan keterangan pihak mahasiswa dan pernyataan Michael Efamutam. Klarifikasi dari pihak pengawal maupun Pemerintah Provinsi Maluku terkait dugaan peristiwa tersebut belum tercantum dalam keterangan yang diterima.

Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi seluruh pihak agar penyampaian aspirasi maupun komunikasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah tetap dilakukan dengan mengedepankan sikap saling menghormati serta menjaga harkat dan martabat setiap warga negara.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit
Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah
KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN
Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029
Narapolis Institute: Karhutla dan Kabut Asap Ancam Ketahanan Pangan dan Hasil Panen, Pemerintah Didesak Siapkan Mitigasi Ekonomi
Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku
Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka
11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:48 WIT

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:07 WIT

Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:16 WIT

KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:05 WIT

Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:29 WIT

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku

Berita Terbaru