Mahasiswa Pegunungan Seram Utara di Halangi Aparat saat Ingin Bertemu Gubernur Maluku

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Pegunungan Seram Utara yang tergabung dalam Aliansi SouUpaa Melawan dihalangi aparat saat ingin bertemu Gubernur Maluku dan memberikan surat tertulis yang dititipkan Kepala Tanah Negeri Manusela sebagai perwakilan Tetua Adat Pegunungan Seram Utara, Senin (17/8/2026).

Mahasiswa Pegunungan Seram Utara yang tergabung dalam Aliansi SouUpaa Melawan dihalangi aparat saat ingin bertemu Gubernur Maluku dan memberikan surat tertulis yang dititipkan Kepala Tanah Negeri Manusela sebagai perwakilan Tetua Adat Pegunungan Seram Utara, Senin (17/8/2026).

Maluku | Maluku.Newsline.id – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-81 pada 17 Agustus 2026, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sou Upaa Melawan membentangkan 2 (dua) poster yang bertuliskan “Masyarakat Adat Pegunungan Seram Utara Belum Merdeka” dan “Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adat Pegunungan Seram Utara” yang merupakan poster lainnya.

Kedua poster tersebut dibentangkan saat Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa keluar dari Lapangan Merdeka (Lapmer) Ambon setelah upacara HUT RI-82 tahun berlangsung, sekitar pukul 11.30 WIT.

Saat kedua poster tersebut dibentangkan, sejumlah mahasiswa tersebut pun dihalangi oleh aparat pada saat mereka berupaya memberikan sebuah surat tertulis yang telah disiapkan oleh Kepala Tanah Negeri Manusela, Sepnat Amanukuany.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan Aliansi SouUpaa Melawan, Wili Ropena, menyampaikan kekecewaannya terhadap aparat yang menghaling tujuan mereka saat ingin bertemu Gubernur Maluku. Hendrik Lewerissa.

“Kami tadi ingin bertemu Gubernur Maluku untuk menitipkan surat tertulis dari Bapak Sepnat Amanukuany yang mewakili tua-tua adat di Pegunungan Seram Utara kepada Gubernur Maluku, tapi ada aparat yang menghalangi kami padahal kami tidak membuat tindakan anarkis” ujar Wili.

Dihalangi saat ingin bertemu gubernur
Foto: Mahasiswa Pegunungan Seram utara di halangi aparat.

Di sela itu, mahasiswa Pegunungan Seram Utara terus berupaya menemui Gubernur Maluku, namun disaat Gubernur Maluku meninggalkan lokasi tersebut mereka pun menyerahkan surat tertulis tersebut kepada juru bicara Gubernur Maluku, kasrul Selang untuk di tindaklanjuti.

“tadi saat pak Gubernur naik mobil kami tidak sempat memberikan surat tertulis lagi dan akhirnya kami memberikan surat tertulis tersebut kepada juru bicara pak Gubernur” tambahnya.

Ia juga berharap surat tertulis yang telah diserahkan melalui juru bicara Gubernur Maluku, Kasrul Selang dapat direspon dengan baik.

“saya berharap agar aksi bisu yang dilakukan ini dapat direspon baik oleh Gubernur Maluku terkait surat tertulis yang telah kami berikan lewat juru bicara Gubernur Maluku,” tutupnya.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku
Narapolis Institute: Polemik “Monyet” Jangan Mengaburkan Persoalan Tanah Adat
Gandeng DPD RI, Narapolis Ajak Pemuda Maluku Perangi Hoaks dan Rawat Ekosistem Digital
Gotong Royong Warga Kahena: Aksi Spontan Bongkar Pipa Ilegal Demi Selamatkan Debit Air Bersih
Pejalan Kaki Tewas Terlindas Trailer di Al-Fatah, Aktivis Desak Dishub Ambon Evaluasi Total Pengawasan Kendaraan Berat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:46 WIT

Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:47 WIT

Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:10 WIT

Mahasiswa Seram Utara Pegunungan Diduga Dihina Saat Hendak Menyampaikan Surat kepada Gubernur Maluku

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:52 WIT

Narapolis Institute: Polemik “Monyet” Jangan Mengaburkan Persoalan Tanah Adat

Berita Terbaru