Bogor | Maluku.Newsline.id – 4 Juli 2026 Persekutuan Mahasiswa Maluku dan Maluku Utara (PERMAMA) IPB University resmi melantik kepengurusan baru periode 2026 – 2027 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 09/A/SK-PERMAMA BOGOR/VII/2026.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di lingkungan Kampus IPB University menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan baru sekaligus komitmen organisasi dalam memperkuat persaudaraan, kolaborasi, dan pengabdian mahasiswa Maluku dan Maluku Utara.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Pembina PERMAMA, Prof. Dr. Rilus A. Kinseng, yang secara resmi melantik Aldie Waileruny sebagai Ketua PERMAMA periode 2026–2027 beserta jajaran pengurus. Dalam prosesi tersebut, seluruh pengurus mengucapkan ikrar untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta membawa PERMAMA menjadi organisasi yang progresif, inklusif, dan berdampak bagi anggotanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) di lingkungan IPB University, keluarga besar Forum Wacana (FW), alumni, mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran berbagai elemen organisasi mahasiswa mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan dan kolaborasi antardaerah yang terus terbangun di lingkungan kampus.
PERMAMA juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, tercatat sebagai Dewan Pelindung PERMAMA.
Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa asal Maluku dan Maluku Utara yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Ketua PERMAMA periode 2026–2027, Aldie Waileruny, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi.
“PERMAMA harus menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa Maluku dan Maluku Utara. Rumah yang menghadirkan rasa kekeluargaan, saling mendukung, serta menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian. Tidak boleh ada sekat di antara kita. Yang harus kita bangun adalah persatuan dan kolaborasi demi masa depan daerah yang lebih baik,” ujar Aldie.
Aldie menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2027 akan memprioritaskan penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menghadirkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperluas peluang pengembangan diri mahasiswa, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Selain menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, PERMAMA juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan organisasi mahasiswa daerah lainnya, lembaga kemahasiswaan, alumni, serta berbagai mitra strategis.
Melalui kerja sama tersebut, organisasi diharapkan mampu menghadirkan program di bidang pendidikan, pengembangan kepemimpinan, sosial, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pelantikan kepengurusan PERMAMA periode 2026–2027 menjadi awal komitmen baru organisasi untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat kontribusinya bagi mahasiswa serta daerah asal.
Dengan mengusung semangat persaudaraan yang tercermin dalam falsafah Maluku, “Hidup Orang Basudara, Potong di Kuku Rasa di Daging,” PERMAMA menargetkan diri menjadi wadah pemersatu mahasiswa Maluku dan Maluku Utara sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Maluku, Maluku Utara, dan Indonesia.
Penulis : KB Ambon
Editor : KB Ambon










