Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBD | Maluku.Newsline.id – Langkah Komisi II DPRD Maluku Barat Daya yang mengawal aspirasi pengalihan status sekolah yayasan menjadi sekolah negeri melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa menilai kebijakan itu berpihak pada peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan guru di daerah kepulauan.

Jesrinto M. Kay, mahasiswa sekaligus elemen masyarakat MBD, menegaskan dukungan terhadap proses tersebut. Menurutnya, penegerian sekolah bukan soal pertentangan antara yayasan dan pemerintah, melainkan upaya bersama mencari solusi terbaik bagi siswa, guru, dan masa depan pendidikan di daerah.

DPRD MBD Dinilai Berpihak ke Rakyat

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jesrinto menilai RDP yang digelar Komisi II DPRD MBD merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Ia menyorot tiga dampak utama: kualitas layanan naik, pemerataan tenaga pendidik ASN lebih adil, serta jaminan keberlangsungan pendidikan generasi muda MBD.

“Mahasiswa bukanlah oposisi pemerintah, melainkan mitra strategis pemerintah yang memiliki fungsi kontrol, kritik konstruktif, serta dukungan terhadap setiap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Jesrinto.

Ia menekankan, setiap upaya Pemda dan DPRD yang memperkuat akses pendidikan harus didukung sepanjang sesuai peraturan perundang-undangan.

Harus Sesuai UU Sisdiknas dan Dialog Semua Pihak

Secara regulasi, Jesrinto merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU itu menegaskan penyelenggaraan pendidikan adalah tanggung jawab bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Proses perubahan status sekolah swasta ke negeri, lanjutnya, wajib melalui mekanisme sah. Yayasan penyelenggara harus mengajukan persetujuan dan usulan ke pemerintah daerah. Selanjutnya dilakukan kajian dan penetapan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam konteks MBD sebagai daerah kepulauan, aspirasi penegerian sekolah juga berkaitan erat dengan kebutuhan tenaga pendidik ASN, efektivitas tata kelola, serta tantangan geografis yang menghambat distribusi guru. Pemerintah daerah sebelumnya menegaskan proses akan dilakukan sesuai regulasi dan mengedepankan dialog dengan seluruh pihak.

Ajak Semua Elemen Satu Barisan

Jesrinto mengajak pemerintah, DPRD, yayasan, masyarakat, dan mahasiswa berdiri satu barisan. Ia menolak polemik ini dibingkai sebagai konflik.

“Ketika kepentingan pendidikan rakyat menjadi tujuan utama, maka pemerintah, DPRD, yayasan, masyarakat, dan mahasiswa harus berdiri dalam satu barisan perjuangan. Pendidikan bukan sekadar institusi, tetapi investasi peradaban,”tegasnya.

Ia berharap DPRD MBD dan Pemda MBD mengawal proses penegerian secara transparan, demokratis, dan sesuai aturan. Tujuannya jelas: mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas untuk seluruh anak di Maluku Barat Daya.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Welem Porumau: Dari Kampus di Ambon hingga Panggung Google Indonesia
Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini
Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Pemerintah Desa
Warga Desa Hila Kembali Soroti Ketiadaan Sinyal Telkomsel, Pemda MBD Dinilai Gagal Menjawab Keluhan Bertahun-tahun
Marak IUUF di laut Aru, DFW Gandeng Pemda Gelar Lokakarya
FH UKIM Raih Juara 2 Pada PATIMURA Moot Court Competition Piala Dekan III
AMGPM Ranting Oirleli Tetapkan Susunan Pengurus Periode 2026–2028
Penuh Syukur, Jemaat GKRIA Alfa Omega Yawuru Ucapkan Terima Kasih dan Sambut Pendeta Baru
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:05 WIT

Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik

Senin, 8 Juni 2026 - 17:13 WIT

Jejak Welem Porumau: Dari Kampus di Ambon hingga Panggung Google Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:59 WIT

Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:25 WIT

Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Pemerintah Desa

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:17 WIT

Warga Desa Hila Kembali Soroti Ketiadaan Sinyal Telkomsel, Pemda MBD Dinilai Gagal Menjawab Keluhan Bertahun-tahun

Berita Terbaru