MBD | Maluku.Newsline.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (Pemkab MBD) secara resmi membuka kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) dan Gerakan Mahasiswa Letti (GML) di Lapangan Nus Letti Rai, Kecamatan Pulau Letti, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan dalam mendukung pembangunan berbasis pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah Pulau Letti.
Bupati Maluku Barat Daya yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Simon Dahoklory, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh GEMA MBD dan GML.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegiatan pengabdian seperti ini merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam membangun daerah.
“GEMA MBD dan GML bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pengabdian nyata. Saya melihat semangat yang luar biasa dari anak-anak muda dan seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi membangun daerahnya sendiri. Ini adalah kekayaan terbesar yang dimiliki Kabupaten Maluku Barat Daya,” ujar Simon saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab MBD untuk mendukung penuh pelaksanaan program pengabdian tersebut melalui penyediaan fasilitas, koordinasi lintas sektor, hingga pendampingan teknis agar setiap program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kegiatan pengabdian GEMA MBD tahun ini difokuskan pada sejumlah sektor strategis, di antaranya pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan hidup, serta berbagai pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat. Sementara itu, GML diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi, menjadi agen perubahan, sekaligus melahirkan gagasan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kepulauan.
Senior GEMA MBD, Roi D. Mesdila, ST, turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sejarah baru karena menjadi pengabdian masyarakat pertama yang dilaksanakan secara bersama antara GEMA MBD dan GML.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di Pulau Letti saja, tetapi dapat diperluas ke kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Maluku Barat Daya sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Camat Pulau Letti, Otniel Maulias, S.Sos, menyatakan pemerintah kecamatan siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan hingga selesai.
“Di tengah berbagai tantangan dan kebijakan pemerintah pusat yang berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan, semangat inovasi dan kreativitas anak-anak muda seperti ini harus terus didukung. Pemerintah Kecamatan Pulau Letti siap mengawal kegiatan ini sampai tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GEMA MBD, Krisandi Petrik Laurika, mengatakan program pengabdian masyarakat merupakan salah satu program prioritas organisasi sebagai implementasi peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control.
“Mahasiswa harus mampu menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Melalui pengabdian ini kami ingin menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua GEMA MBD bersama Sekretaris Umum GML menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di desa-desa yang ada di Kecamatan Pulau Letti,” ujar keduanya.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh perwakilan Bupati Maluku Barat Daya, Camat Pulau Letti, Ketua GEMA MBD, dan Sekretaris Umum GML sebagai simbol dimulainya kegiatan pengabdian masyarakat.
Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis dukungan sarana serta peluncuran jadwal pelaksanaan program yang akan berlangsung di sejumlah desa di Kecamatan Pulau Letti.
Penulis : KB Ambon
Editor : KB Ambon










