KMHDI Maluku Dukung Groundbreaking Blok Masela, Desak Pemerintah Prioritaskan Masyarakat Lokal

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KMHDI Maluku, Hitinesi Nahatue

Ketua KMHDI Maluku, Hitinesi Nahatue

Ambon | Maluku.Newsline.id – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Wilayah Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dukungan itu disampaikan bersamaan dengan persiapan dimulainya pembangunan fisik proyek energi berskala nasional yang disebut-sebut akan menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

Ketua KMHDI Maluku, Hitinesi Nahatue, mengatakan proyek Blok Masela adalah momentum penting untuk mempercepat pembangunan di Maluku sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Namun ia menekankan, keberhasilan proyek tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Blok Masela merupakan aset strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Maluku. Karena itu, masyarakat Maluku dan khususnya Kepulauan Tanimbar harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan proyek ini,” ujar Hitinesi kepada media ini, Selasa (14/7/2026).

Desak Pemerintah Jadikan Warga Lokal Sebagai Subjek Utama
KMHDI Maluku menegaskan dukungan terhadap PSN Blok Masela harus diiringi komitmen nyata dari pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, pemerintah daerah, SKK Migas, hingga perusahaan pelaksana.

Hitinesi meminta agar masyarakat lokal tidak hanya dijadikan objek, tetapi benar-benar menjadi subjek utama pembangunan.

“Kami meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, serta seluruh perusahaan yang terlibat agar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal, meningkatkan program pelatihan dan pengembangan SDM, serta memberdayakan pelaku UMKM di sekitar proyek,” tegasnya.

Menurut KMHDI, manfaat ekonomi dan sosial harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Jangan sampai masyarakat yang hidup di sekitar kawasan proyek justru tidak memperoleh manfaat yang layak dari investasi strategis tersebut,” tambahnya.

Ingatkan Aspek Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat
Selain isu ketenagakerjaan dan ekonomi, KMHDI juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan lingkungan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat selama proses pembangunan.

“Pembangunan yang berkelanjutan harus mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan partisipasi masyarakat. Kelestarian lingkungan dan hak masyarakat adat wajib dijaga,” kata Hitinesi.

KMHDI berharap pelaksanaan groundbreaking yang rencananya digelar dalam waktu dekat berjalan sesuai prinsip keadilan dan keberlanjutan. Proyek Blok Masela sendiri diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama sektor energi Indonesia dengan potensi membuka ribuan lapangan kerja.

“Harapannya, Proyek Strategis Nasional Blok Masela benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku secara kolektif,” tutupnya.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Sabtu, 5 September 2026 - 14:02 WIT

GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Berita Terbaru