MBD | Maluku.Newsline.id – Insiden tenggelamnya sebuah speedboat di perairan Kabupaten Maluku Barat Daya menyisakan duka dan kecemasan bagi keluarga penumpang. Speedboat yang melayani rute Desa Sinairusi, Pulau Dai, menuju Tepa itu dilaporkan mengalami musibah pada Kamis (11/6/2026).
Dari 10 orang yang berada di dalam speedboat, hingga Jumat tercatat dua orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara satu penumpang ditemukan meninggal dunia dan tujuh lainnya masih belum berhasil ditemukan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Asael Daniel (72). Tim pencarian telah menemukan dan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi pencarian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, dua penyintas yang berhasil bertahan setelah kecelakaan laut tersebut adalah Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). Keduanya kini telah berada di Desa Sinairusi setelah dievakuasi oleh tim yang terlibat dalam operasi pencarian.
Daftar penumpang yang masih dicari meliputi Anton Menahem (40) yang merupakan pengemudi speedboat, Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).
Keberadaan dua anak yang hingga kini belum ditemukan menjadi perhatian khusus dalam operasi pencarian. Keluarga korban terus menantikan kabar baik di tengah upaya penyisiran yang masih berlangsung.
Menurut informasi yang dihimpun, speedboat tersebut berangkat dari Desa Sinairusi dengan tujuan Tepa sebelum dilaporkan tenggelam di tengah pelayaran. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui karena pihak terkait masih melakukan penyelidikan.
Merespons kejadian itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Babar Barat, Syahbandar Tepa, serta pihak operator kapal bergerak cepat membentuk tim pencarian dan penyelamatan.
Pencarian turut melibatkan Kapal Tiefelin yang saat itu berada di Tepa. Kapal tersebut dikerahkan untuk membantu menyisir wilayah perairan di sekitar Pulau Dai hingga kawasan pesisir Pulau Babar yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Operasi pencarian dimulai pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIT dari Pelabuhan Tepa. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian guna menemukan tujuh penumpang yang belum diketahui keberadaannya.
Penulis : KB Ambon
Editor : KB Ambon










