Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi.

Foto: ilustrasi.

MBD | Maluku.Newsline.id – Insiden tenggelamnya sebuah speedboat di perairan Kabupaten Maluku Barat Daya menyisakan duka dan kecemasan bagi keluarga penumpang. Speedboat yang melayani rute Desa Sinairusi, Pulau Dai, menuju Tepa itu dilaporkan mengalami musibah pada Kamis (11/6/2026).

Dari 10 orang yang berada di dalam speedboat, hingga Jumat tercatat dua orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara satu penumpang ditemukan meninggal dunia dan tujuh lainnya masih belum berhasil ditemukan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Asael Daniel (72). Tim pencarian telah menemukan dan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi pencarian.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, dua penyintas yang berhasil bertahan setelah kecelakaan laut tersebut adalah Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). Keduanya kini telah berada di Desa Sinairusi setelah dievakuasi oleh tim yang terlibat dalam operasi pencarian.

Daftar penumpang yang masih dicari meliputi Anton Menahem (40) yang merupakan pengemudi speedboat, Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).

Keberadaan dua anak yang hingga kini belum ditemukan menjadi perhatian khusus dalam operasi pencarian. Keluarga korban terus menantikan kabar baik di tengah upaya penyisiran yang masih berlangsung.

Menurut informasi yang dihimpun, speedboat tersebut berangkat dari Desa Sinairusi dengan tujuan Tepa sebelum dilaporkan tenggelam di tengah pelayaran. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui karena pihak terkait masih melakukan penyelidikan.

Merespons kejadian itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Babar Barat, Syahbandar Tepa, serta pihak operator kapal bergerak cepat membentuk tim pencarian dan penyelamatan.

Pencarian turut melibatkan Kapal Tiefelin yang saat itu berada di Tepa. Kapal tersebut dikerahkan untuk membantu menyisir wilayah perairan di sekitar Pulau Dai hingga kawasan pesisir Pulau Babar yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Operasi pencarian dimulai pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIT dari Pelabuhan Tepa. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian guna menemukan tujuh penumpang yang belum diketahui keberadaannya.

Penulis : KB Ambon

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik
Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini
Warga Desa Hila Kembali Soroti Ketiadaan Sinyal Telkomsel, Pemda MBD Dinilai Gagal Menjawab Keluhan Bertahun-tahun
AMGPM Ranting Oirleli Tetapkan Susunan Pengurus Periode 2026–2028
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Penuh Syukur, Jemaat GKRIA Alfa Omega Yawuru Ucapkan Terima Kasih dan Sambut Pendeta Baru
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:59 WIT

Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:17 WIT

Warga Desa Hila Kembali Soroti Ketiadaan Sinyal Telkomsel, Pemda MBD Dinilai Gagal Menjawab Keluhan Bertahun-tahun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:54 WIT

AMGPM Ranting Oirleli Tetapkan Susunan Pengurus Periode 2026–2028

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Berita Terbaru