Siswa SD Negeri 40 Maluku Tengah Lestarikan Warisan Leluhur Lewat Ujian Praktik Seni Budaya

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malteng | Maluku.Newsline.id – Semangat pelestarian budaya lokal terlihat dalam pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di SD Negeri 40 Maluku Tengah yang berlokasi di Negeri Maraina, Kecamatan Seram Utara.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dan siswi menampilkan Tarian Adat Cakalele, salah satu warisan budaya masyarakat Maluku yang sarat nilai sejarah, keberanian, dan kesakralan.

Pelaksanaan ujian praktik yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) itu menjadi lebih istimewa karena para peserta didik mengenakan atribut adat berupa kain berang dan rakahola (bulu kakatua) yang selama ini dikenal sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan nilai-nilai sakral dalam tradisi masyarakat adat setempat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memenuhi penilaian akhir semester mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.

Para guru menilai bahwa pendidikan merupakan salah satu sarana paling efektif untuk menjaga keberlangsungan tradisi leluhur di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks. Melalui pembelajaran berbasis budaya, siswa tidak hanya mempelajari gerakan tarian, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

“Tarian Cakalele bukan sekadar pertunjukan seni. Di dalamnya terdapat pesan-pesan leluhur tentang keberanian, kehormatan, dan tanggung jawab. Setiap gerakan yang dilakukan memiliki makna luhur bahwa keberanian harus berjalan beriringan dengan kebijaksanaan,” ungkap salah seorang guru pendamping kegiatan.

Sebagai sekolah yang berada di wilayah pegunungan Seram Utara, SD Negeri 40 Maluku Tengah memiliki komitmen untuk terus memperkenalkan budaya lokal kepada para peserta didik. Langkah ini dianggap penting agar identitas budaya masyarakat tetap terjaga dan tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Kepala SD Negeri 40 Maluku Tengah, Marinus R Temorubun dalam keterangannya menegaskan bahwa seni budaya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi identitas sekaligus warisan yang mencerminkan nilai, tradisi, dan kreativitas suatu daerah.

Menurutnya, melalui seni budaya masyarakat dapat mengenal sejarah, mempererat persatuan, serta mengekspresikan diri secara positif.

Di era modern saat ini, seni budaya juga dapat menjadi sarana promosi daerah sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia.

“Saya berharap seni budaya Indonesia tetap dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda. Pendidikan seni budaya perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami dan mencintai warisan budayanya. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan media digital diharapkan dapat membantu memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada dunia tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya. Dengan demikian, seni budaya dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bangsa,” ujar Kepala Sekolah.

Lebih lanjut, para guru berharap pemerintah daerah, Korwil Pendidikan Kecamatan Seram Utara, maupun instansi terkait dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan mereka dalam berbagai kegiatan seni budaya.

“Kami berharap anak-anak didik SD Negeri 40 Maluku Tengah dapat dilibatkan dan diundang dalam berbagai pagelaran seni yang diselenggarakan baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Dengan demikian, tradisi dan budaya yang mereka miliki dapat terus dikembangkan, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” harap dewan guru.

Di tengah derasnya pengaruh globalisasi, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai benteng pelestarian identitas budaya bangsa. Melalui Tarian Cakalele yang ditampilkan dengan penuh semangat oleh para siswa, SD Negeri 40 Maluku Tengah menunjukkan bahwa warisan leluhur masih hidup dan terus dijaga oleh generasi penerus di pelosok pegunungan Seram Utara.

Editor : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara
Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah
Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla
Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan
Masyarakat Adat Negeri Kanike Tolak Pemasangan Pal Batas Taman Nasional Manusela di Tanah Adat
Aliansi Pemuda Seti Kecam Pihak Kehutanan, Dugaan Penyerobotan Lahan di Hutan Adat Negeri Seti
Warga Adat Selumena Protes Keras Aktivitas TN Manusela dan BPKH: “Hutan Kami Jangan Diserobot, Ini Hutan Adat”
Matangkan Pemahaman Kader, DPC GMNI SBT Gelar Rapat Persiapan Kursus Ideologi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:13 WIT

Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 15:58 WIT

Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:56 WIT

Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:24 WIT

Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:26 WIT

Masyarakat Adat Negeri Kanike Tolak Pemasangan Pal Batas Taman Nasional Manusela di Tanah Adat

Berita Terbaru