Dirgahayu ke-18 Buru Selatan, KMHDI Soroti Kondisi SD Negeri Kusu-Kusu yang Belum Miliki Fasilitas Layak

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Ambon, Ipang Latubual.

Foto: Sekretaris Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Ambon, Ipang Latubual.

Ambon | Maluku.Newsline.id – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Buru Selatan pada 21 Juli 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga harus menjadi ruang refleksi terhadap berbagai persoalan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat. Salah satu isu yang kembali mendapat sorotan adalah kondisi SD Negeri Kusu-Kusu di Dusun Leahoni, Kecamatan Waesama, yang hingga kini masih belum memiliki fasilitas belajar yang layak.

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Ambon menilai kondisi tersebut mencerminkan masih adanya ketimpangan pembangunan di sektor pendidikan. Menurut organisasi mahasiswa tersebut, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Dalam momentum peringatan HUT ke-18 Kabupaten Buru Selatan, KMHDI mendesak Pemerintah Kabupaten Buru Selatan agar menjadikan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Organisasi itu menilai pemerataan pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga harus menyentuh sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris PC KMHDI Ambon, Ipan Latubual, mengatakan bahwa hari jadi daerah seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Anak-anak di SD Negeri Kusu-Kusu, Dusun Leahoni berhak memperoleh lingkungan belajar yang layak dan aman. Dirgahayu ke-18 Kabupaten Buru Selatan harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Pembangunan daerah akan bermakna apabila setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan yang berkualitas,” ujar Latubual kepada media ini Kamis (24/07/2026).

Ia juga mengajak DPRD Kabupaten Buru Selatan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi yang terukur terhadap persoalan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut dapat diwujudkan melalui pengalokasian anggaran yang lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas pendidikan.

Ipan menegaskan bahwa keberadaan sekolah dengan sarana yang belum memadai tidak hanya memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi berdampak pada kualitas pendidikan, motivasi belajar peserta didik, serta upaya mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Buru Selatan.

“Jika persoalan ini terus dibiarkan, maka cita-cita menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata akan sulit diwujudkan. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas,” katanya.

Melalui momentum Dirgahayu ke-18 Kabupaten Buru Selatan, KMHDI berharap pemerintah tidak sekadar merayakan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadikannya sebagai komitmen untuk mempercepat pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Pendidikan yang layak, menurut organisasi tersebut, bukanlah sebuah kemewahan, melainkan hak setiap anak yang harus dipenuhi melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dengan semangat peringatan HUT ke-18 Kabupaten Buru Selatan, KMHDI mengajak seluruh pihak untuk memastikan tidak ada lagi anak yang harus menunggu haknya memperoleh sekolah yang layak. Sebab, kualitas masa depan daerah ditentukan oleh sejauh mana pemerintah mampu menjamin pendidikan yang bermutu bagi seluruh generasi penerus bangsa.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IKPELMABATIM Ambon Buka Babak Baru, Kongres Ke-V Lahirkan Pemimpin Periode 2026–2028
KMHDI Maluku Dukung Groundbreaking Blok Masela, Desak Pemerintah Prioritaskan Masyarakat Lokal
GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Bob Dirck Wattimury dan Levi Latupapua Terpilih Pimpin GMKI Komisariat Hukum UKIM Periode 2026-2028
Kader IMM Maluku Terlantar 2 Bulan di Jakarta Pasca-DAMNAS, Kepemimpinan DPD dan PC Ambon Disorot
Musyawarah Besar Ke-I IP2H Lahirkan Kepengurusan Baru, Siap Tata Organisasi Demi Masa Depan Hatumete
Lomba Tari Kreasi Budaya Maluku 2026 Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Generasi Muda
Hasil Musycab XV IMM Kota Ambon dipersoalkan, Ketua Panitia: Kemenangan Diluar Sidang Tidak Memiliki Legitimasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:38 WIT

Dirgahayu ke-18 Buru Selatan, KMHDI Soroti Kondisi SD Negeri Kusu-Kusu yang Belum Miliki Fasilitas Layak

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:09 WIT

IKPELMABATIM Ambon Buka Babak Baru, Kongres Ke-V Lahirkan Pemimpin Periode 2026–2028

Senin, 13 Juli 2026 - 13:10 WIT

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:07 WIT

Bob Dirck Wattimury dan Levi Latupapua Terpilih Pimpin GMKI Komisariat Hukum UKIM Periode 2026-2028

Senin, 29 Juni 2026 - 16:33 WIT

Kader IMM Maluku Terlantar 2 Bulan di Jakarta Pasca-DAMNAS, Kepemimpinan DPD dan PC Ambon Disorot

Berita Terbaru