Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GemaPenuSetara) bersama siswa/i SDN 351 Maluku Tengah, Selasa (28/7/2026).

Foto: Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GemaPenuSetara) bersama siswa/i SDN 351 Maluku Tengah, Selasa (28/7/2026).

Malteng | Maluku.Newsline.id – Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (Gema Penu Setara) mendesak Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap tenaga honorer, khususnya para guru yang telah lama mengabdi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Pegunungan Seram Utara.

Desakan tersebut disampaikan setelah GemaPenuSetara melaksanakan Ekspedisi Pendidikan di wilayah Pegunungan Seram Utara pada Selasa (28/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, organisasi ini menemukan berbagai persoalan yang masih dihadapi tenaga pendidik, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga belum adanya kepastian mengenai kesejahteraan dan masa depan para guru honorer.

Menurut GemaPenuSetara, selama bertahun-tahun para guru honorer, baik di sekolah negeri maupun swasta, tetap menjalankan tugas mereka untuk mencerdaskan generasi muda meski berada dalam berbagai keterbatasan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengabdian tersebut dinilai layak menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan penataan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Organisasi tersebut menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pegunungan Seram Utara tidak akan tercapai apabila kesejahteraan dan kepastian masa depan tenaga pendidik masih diabaikan.

Sebagai wilayah 3T, Pegunungan Seram Utara dinilai membutuhkan kebijakan afirmatif yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar pemerataan secara administratif.

Karena itu, GemaPenuSetara menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya memprioritaskan kesejahteraan tenaga honorer yang telah lama mengabdi di wilayah 3T, memastikan proses seleksi CPNS dan PPPK berlangsung secara adil, transparan, serta mempertimbangkan masa pengabdian tenaga honorer sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah juga didorong untuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan melalui dukungan terhadap sekolah negeri maupun swasta di Pegunungan Seram Utara serta menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama agar generasi muda di wilayah tersebut memiliki kesempatan yang setara dengan daerah lain.

Ketua Umum GemaPenuSetara, Jordan Makualaina, menegaskan bahwa kemajuan Pegunungan Seram Utara tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada keberpihakan pemerintah terhadap sektor pendidikan.

“Kemajuan Pegunungan Seram Utara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh keberpihakan terhadap para pendidik dan anak-anak yang menjadi harapan masa depan daerah. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai dengan kebijakan yang adil dan berpihak kepada masyarakat,” ujar Jordan.

Gema Penu Setara berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat sektor pendidikan di wilayah Pegunungan Seram Utara. Menurut organisasi tersebut, keberpihakan terhadap guru honorer dan peningkatan kualitas pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di kawasan 3T.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah
Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla
Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan
Masyarakat Adat Negeri Kanike Tolak Pemasangan Pal Batas Taman Nasional Manusela di Tanah Adat
Aliansi Pemuda Seti Kecam Pihak Kehutanan, Dugaan Penyerobotan Lahan di Hutan Adat Negeri Seti
Warga Adat Selumena Protes Keras Aktivitas TN Manusela dan BPKH: “Hutan Kami Jangan Diserobot, Ini Hutan Adat”
Matangkan Pemahaman Kader, DPC GMNI SBT Gelar Rapat Persiapan Kursus Ideologi
Masyarakat Adat Negeri Solea Tuntut Hak Adat, Larang Aktivitas Balai TN Manusela & BPKH di Negeri Solea
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:13 WIT

Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 15:58 WIT

Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:56 WIT

Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:24 WIT

Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:26 WIT

Masyarakat Adat Negeri Kanike Tolak Pemasangan Pal Batas Taman Nasional Manusela di Tanah Adat

Berita Terbaru