Malteng | Maluku.Newsline.id – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, menimbulkan keresahan warga. Asap tebal mengganggu aktivitas, jarak pandang, hingga kesehatan masyarakat, sementara kobaran api dilaporkan mulai mendekati permukiman.
Tokoh Pemuda Negeri Seti, Yusuf Michael Efamutam, S.H., mendesak Kepolisian Sektor Wahai untuk bertindak tegas dan mengusut tuntas dugaan adanya oknum yang sengaja membakar hutan di tengah musim kemarau ini.
“Kami meminta Kapolsek Wahai untuk bertindak dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum-oknum yang menimbulkan kebakaran di musim kemarau ini,” tegas Yusuf kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yusuf, Kecamatan Seram Utara Timur Seti yang terdiri dari 2 Negeri Petuanan, 10 Desa Administratif dan 2 Desa Persiapan saat ini memang dilanda kemarau panjang. Kondisi kering disertai angin kencang membuat api sangat cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
Ia mengungkapkan, kebakaran terparah terjadi di wilayah Petuanan Negeri Seti, tepatnya di sekitar Dusun Iloana. Warga setempat bersama aparat telah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
“Masyarakat Negeri Seti dan Dusun Iloana serta pihak aparat turut membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Api menjalar begitu cepat akibat angin yang kencang,” ujarnya.
Kejanggalan menjadi alasan munculnya dugaan kesengajaan. Yusuf menilai kebakaran tidak terjadi di satu titik saja, melainkan di banyak titik secara bersamaan.
“Kebakaran di Dusun Iloana ini sangat ganjil. Terbakar tidak di satu titik, namun di banyak titik. Hutan-hutan di seputaran Dusun Iloana habis terbakar. Kami menduga ada oknum-oknum yang sengaja membakar,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Pemuda Negeri Seti meminta pihak kepolisian segera melakukan penelusuran dan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tidak bertanggung jawab karena telah merugikan masyarakat banyak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Wahai terkait langkah penanganan dan penyelidikan dugaan pembakaran hutan tersebut.
Penulis : Eston Halamury











