Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBB | Maluku.Newsline.id – Ketua DPW JAM-Maluku, Aldi Tomia, membantah narasi yang menyebut kegiatan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebagai bentuk pemborosan anggaran.

Ia menilai kritik yang berkembang tidak berdasar dan cenderung menyederhanakan peran strategis TP PKK sebagai mitra pemerintah daerah.

Menurut Aldi, TP PKK memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan, khususnya pada sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program-program yang dijalankan, kata dia, mencakup penanganan stunting, peningkatan kesehatan keluarga, hingga penguatan ekonomi kreatif di tingkat rumah tangga.

“TP PKK bukan organisasi seremonial. Program mereka bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga,” ujar Aldi.

Ia menambahkan, aktivitas TP PKK merupakan bagian integral dari agenda pembangunan daerah yang tidak dapat dipisahkan secara kaku.

Menanggapi sorotan terhadap kegiatan yang dianggap simbolik, seperti penjemputan atau konvoi, Aldi menilai hal tersebut memiliki dimensi sosial dan kultural, terutama dalam konteks daerah seperti SBB.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat legitimasi kebijakan.

Sementara itu, keterlibatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kegiatan PKK dinilai sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

“Pelibatan OPD penting untuk memastikan koordinasi program berjalan efektif dan tidak terjadi ego sektoral,” katanya.

Aldi juga mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara objektif dengan mempertimbangkan data dan proporsionalitas anggaran, bukan hanya menilai dari bentuk kegiatan.

Ia menegaskan, selama pelaksanaan program dilakukan secara wajar, terukur, dan tidak mengganggu prioritas pembangunan, tudingan pemborosan tidak memiliki dasar kuat.

“Opini yang berkembang tanpa data yang jelas berpotensi menyesatkan publik dan melemahkan kepercayaan terhadap program pemberdayaan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Aldi menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus dimaknai sebagai upaya optimalisasi, bukan pembatasan peran organisasi mitra pemerintah.

Ia berharap semua pihak dapat menyikapi isu ini secara konstruktif demi keberlanjutan program kesejahteraan masyarakat di Seram Bagian Barat.

Penulis : Rasit wally

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan
Warga Desa Laturake Keluhkan Akses Jalan, Panser UKIM: Pemkab SBB Segera Turun Tangan
Tokoh Adat SBB Apresiasi Kepemimpinan Bupati Asri Arman dan Ketua PKK Yeni Rosbayani
Direktur Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Forum Adat Nuruwe Lumabotoi Alune
Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa
Tepi Negeri, Ridwan Hidayatullah Umachina SH, Menyatukan Politik, Iman, dan Kerja Nyata
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:51 WIT

Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:15 WIT

Warga Desa Laturake Keluhkan Akses Jalan, Panser UKIM: Pemkab SBB Segera Turun Tangan

Berita Terbaru

Rifat, Mahasiswa Pancasarja Ilmu Politik Universitas

NASIONAL

Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

Minggu, 19 Apr 2026 - 15:51 WIT