Ambon | Maluku.Newline.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon Komisariat Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan yang mengusung tema “Dari Perjumpaan Menuju Transformasi yang Berkeadilan bagi Sesama dan Seluruh Ciptaan” ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program penutup masa kepengurusan Komisariat Hukum UKIM dan melibatkan puluhan kader GMKI. Pengabdian masyarakat ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Jemaat GPM Waai, Pemerintah Negeri Waai, AMGPM Cabang Damai, hingga para senior GMKI yang turut memberikan kontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
Ketua Komisaris GMKI Komisariat Hukum UKIM, Jeffry Mabessy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Negeri Waai yang telah menerima kehadiran para kader GMKI selama pelaksanaan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat dan masyarakat Negeri Waai karena sudah bersedia dan mau menerima kehadiran Komisariat Hukum UKIM dalam melaksanakan kegiatan ini,” ujar Jeffry.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Selain memberikan edukasi hukum dan penguatan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan membangun kedekatan emosional, solidaritas sosial, serta memperkuat nilai-nilai pelayanan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Jeffry menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab tiga asas utama dalam hukum, yaitu kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk implementasi tiga medan pelayanan GMKI, yakni perguruan tinggi, gereja, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Bob Dirck Wattimury, mengatakan bahwa selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan spiritual yang melibatkan masyarakat setempat.
Hari Pertama: Mengangkat Budaya Lokal dan Mempererat Persaudaraan
Kegiatan hari pertama diawali dengan Lomba Fashion Show Anak Indria dan Anak Kecil SMTPI yang mengangkat tema “Etnik Maluku”. Lomba ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya daerah melalui penggunaan busana tradisional dan atribut khas Maluku.

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan kesadaran budaya kepada generasi muda sejak dini agar tetap mencintai dan melestarikan identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
Pada malam harinya, dilaksanakan Malam Keakraban yang mempertemukan kader GMKI Komisariat Hukum UKIM dengan anggota AMGPM Cabang Damai Jemaat Waai. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun relasi, memperkuat komunikasi, dan mempererat tali persaudaraan antarpemuda gereja.

Melalui suasana kekeluargaan yang hangat, peserta saling berbagi pengalaman pelayanan, bertukar gagasan, serta membangun semangat kolaborasi dalam melayani gereja dan masyarakat.
Hari Kedua: Pendidikan, Kepemimpinan, dan Pengembangan Kapasitas Generasi Muda
Memasuki hari kedua, peserta memulai kegiatan dengan Jalan Santai dan Senam Pagi bersama masyarakat. Aktivitas ini bertujuan membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi mengenai Urgensi Perlindungan Perempuan dan Anak yang dibawakan oleh Wulan Reasoa. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai hak-hak perempuan dan anak serta berbagai bentuk perlindungan hukum yang tersedia.

Materi ini dinilai penting mengingat masih adanya berbagai kasus kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi Nilai-Nilai Kepemimpinan Kristen yang disampaikan oleh Fiktor Fadirsair, M.Th. Materi tersebut menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai pelayanan, integritas, tanggung jawab, dan kasih.

Peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin Kristen tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada pengabdian kepada sesama.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pelatihan Jurnalistik bersama Dino Umahuk. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis berita, memahami etika jurnalistik, serta memanfaatkan media sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab di era digital.

Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan pelatihan Public Speaking yang dibawakan oleh Marcho Talubun, S.I.Kom. Melalui materi ini, peserta dibekali kemampuan berbicara di depan umum, teknik komunikasi yang efektif, serta strategi membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

Hari Ketiga: Bakti Sosial, Edukasi Hukum, dan Perayaan Dies Natalis
Hari ketiga diawali dengan kegiatan Bakti Sosial yang melibatkan kader GMKI dan masyarakat Negeri Waai. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Setelah itu, peserta mengikuti pemaparan materi tentang Negeri Adat yang disampaikan oleh Doris Dahoklory, SH., MH.

Materi ini membahas pentingnya menjaga eksistensi hukum adat dan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku. Peserta juga diajak memahami hubungan antara hukum negara dan hukum adat dalam kehidupan masyarakat modern.
Pada sesi berikutnya, Alynne H. Matulapelwa, SH., MH. memaparkan materi mengenai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru serta dampak konsumsi minuman keras terhadap ketertiban masyarakat.

Materi ini memberikan pemahaman mengenai perubahan-perubahan penting dalam sistem hukum pidana Indonesia sekaligus mengedukasi masyarakat tentang dampak sosial yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan minuman keras.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti wisata dan refreshing bersama. Kegiatan ini menjadi sarana membangun keakraban antar peserta sekaligus memberikan kesempatan untuk menikmati potensi alam dan keindahan Negeri Waai.
Pada malam harinya, dilaksanakan Acara Penutupan yang dirangkaikan dengan Syukuran Dies Natalis ke-5 GMKI Cabang Ambon Komisariat Hukum UKIM.

Momentum ini menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi selama lima tahun dalam membangun kader yang berintegritas, kritis, dan berdaya guna bagi gereja serta masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Lomba Fashion Show. Penyerahan hadiah menjadi bentuk apresiasi kepada anak-anak yang telah berpartisipasi sekaligus memberikan motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Maluku.

Hari Keempat: Ibadah Bersama dan Penyerahan Piagam Penghargaan
Pada hari terakhir, seluruh peserta mengikuti Ibadah Minggu bersama Jemaat GPM Waai di Gereja Damai Waai. Ibadah tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan selama empat hari. Dalam suasana persekutuan dan kebersamaan, peserta bersama jemaat mengucap syukur atas kelancaran seluruh program yang telah terlaksana.

Usai ibadah, GMKI Komisariat Hukum UKIM menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada AMGPM Cabang Damai, Jemaat GPM Waai, dan Pemerintah Negeri Waai sebagai bentuk penghargaan atas dukungan, kerja sama, serta penerimaan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, GMKI Cabang Ambon Komisariat Hukum UKIM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Negeri Waai, memperkuat nilai pelayanan, serta menghadirkan transformasi sosial yang berkeadilan sesuai dengan semangat tema yang diusung.
Penulis : MS
Editor : KB Ambon










