Ambon | Maluku.Newsline.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ambon resmi menetapkan Eston Halamury sebagai Ketua DPC GMNI Ambon periode 2026–2028 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XIV yang digelar di Kota Ambon.
Konfercab XIV GMNI Ambon berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Kamis (14/5/2026), dengan mengusung tema “Melahirkan Kepemimpinan yang Progresif, Revolusioner dengan Mengedepankan Asas Perjuangan Marhaenisme di Bumi Raja-raja.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan sekaligus konsolidasi ideologis kader GMNI Ambon dalam memperkuat semangat perjuangan Marhaenisme di tengah dinamika sosial masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Bidang Organisasi DPC GMNI Ambon, Walter Masiru, yang mewakili Ketua DPC GMNI Ambon, menyampaikan optimismenya terhadap jalannya Konfercab XIV.
Menurutnya, semangat perjuangan kader GMNI Ambon tetap terjaga dalam koridor ideologi organisasi.
“Saya percaya bahwa gerakan kalian hari ini adalah gerakan yang murni dalam semangat perjuangan di GMNI Ambon,” ujar Walter.
Ia juga berharap Konfercab XIV mampu menghasilkan keputusan strategis demi kemajuan organisasi ke depan.
“Kita tetap optimis dan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan Konfercab Ke-XIV DPC GMNI Ambon agar agenda ini menghasilkan putusan-putusan yang baik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Patra Dewa, menilai pelaksanaan Konfercab XIV berjalan sesuai mekanisme organisasi dan mencerminkan kedewasaan kader dalam berorganisasi.
“Pelaksanaan Konferensi Cabang dilaksanakan dengan baik dan telah berjalan sesuai mekanisme organisasi,” ungkap Patra.
Ia turut menekankan pentingnya persatuan ideologis antar kader yang berlandaskan asas Marhaenisme.
“Kita ini berasal dari tiga organisasi yang memiliki asas Marhaenisme sehingga sudah saatnya kita bersatu secara ideologis dan asas perjuangan kita yaitu Marhaenisme itu sendiri,” jelasnya.
Menurut Patra, Marhaenisme harus tetap dipahami sebagai alat perjuangan yang anti-kapitalisme dan menjadi dasar gerakan kader GMNI dalam menjawab persoalan rakyat.
Agenda Konfercab kemudian dilanjutkan di Gedung Moderasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, tepatnya di ruang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAKN Ambon pada Sabtu (16/5/2026).
Dalam proses persidangan, sebanyak 12 komisariat yang terdiri dari tujuh komisariat caretaker dan lima komisariat definitif turut mengambil bagian dalam menentukan arah kepemimpinan baru DPC GMNI Ambon.
Berdasarkan hasil sidang, Eston Halamury ditetapkan sebagai Ketua DPC GMNI Ambon periode 2026–2028 setelah mengantongi tiga rekomendasi dari Dewan Pengurus Komisariat (DPK) definitif.
Sementara posisi Sekretaris DPC GMNI Ambon dipercayakan kepada Dadang Rettob yang juga memperoleh tiga rekomendasi.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Ketetapan Nomor: 08/Tap/Konfercab.GMNI-Amb/V/2026 tentang Pengesahan Ketua dan Sekretaris Terpilih Konferensi Cabang DPC GMNI Ambon Tahun 2026.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Eston Halamury menegaskan komitmennya untuk membawa GMNI Ambon tetap berpihak kepada kaum marhaen serta responsif terhadap perkembangan zaman.
“Atas semua dukungan yang diberikan melalui rekomendasi daripada komisariat untuk memimpin roda organisasi ini, saya akan membawa arah dan gerakan DPC GMNI Ambon untuk menghadapi setiap tantangan zaman dan berpihak pada kaum marhaen,” katanya.
Eston juga menegaskan fokus kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan internal organisasi dengan mengedepankan kepentingan seluruh komisariat di Kota Ambon.
“Saya juga akan tetap fokus pada internalisasi organisasi yang mengedepankan kepentingan komisariat se-Kota Ambon,” ujarnya.
Ia berharap seluruh kader GMNI Ambon tetap solid dan hadir di tengah masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan kaum tertindas dan terpinggirkan.
“Harapan terbesar saya, anggota dan kader GMNI Ambon dapat berkontribusi baik dalam setiap perjumpaan dengan kaum marhaen dan tetap solid antar sesama kader dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang tertindas maupun terpinggirkan,” tutupnya.
Penulis : EH
Editor : KB Ambon











