Pemuda Manipa Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Abdullah Mahu

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist

Foto: ist

Ambon | Maluku.Newsline.id – Kantor Polda Maluku di kawasan Tantui, Ambon, digeruduk massa aksi dari Forum Silaturahmi Basudara Manipa Maluku (FSBM) dan Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (HMPM), Rabu (20/5). Mereka datang menuntut keadilan bagi Abdullah Mahu (18), seorang pemuda asal Pulau Manipa yang menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal.

Aksi damai yang dikoordinatori oleh Usman Warang ini mendesak aparat kepolisian untuk tidak lagi menunda penangkapan terhadap para pelaku yang hingga kini masih bebas berkeliaran.

Rekaman CCTV Sudah Jelas, Mengapa Belum Ada Tersangka?

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, massa aksi mempertanyakan kinerja kepolisian dalam menangani kasus yang telah dilaporkan sejak 11 Mei 2026 lalu. Padahal, bukti tindak pidana berupa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian dinilai sudah sangat terang benderang.

“Ada apa? Mengapa sampai saat ini para pelaku belum juga ditangkap? Mana keadilan untuk saudara kami? Padahal bukti rekaman CCTV sudah jelas,” teriak Usman di depan markas Polda Maluku.

Massa menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk memicu keributan, melainkan bentuk keresahan atas lambannya penanganan hukum. Mereka menuntut pihak Polda Maluku memberikan kepastian hukum agar para pelaku tidak merasa di atas angin.

Kronologi Brutal: Dikejar dan Dihujani Batu

Peristiwa nahas yang menimpa Abdullah Mahu terjadi pada Senin (11/5) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIT di kawasan Air Kuning, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Saat itu, korban yang bekerja di sebuah usaha ayam geprek tengah menjalankan tugas mengambil nasi di rumah pemilik usaha.

Malang tak dapat ditolak, saat melintas di Lorong Sumatera, korban dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang sedang nongkrong. Meski lemparan tersebut hanya mengenai ban motor, kelompok pelaku ternyata mengejar korban hingga ke depan sebuah kios di dekat Indomaret Air Kuning.

Di lokasi tersebut, Abdullah Mahu dikeroyok secara membabi buta. Dalam video yang beredar luas, korban dipukul berulang kali dan dihujani lemparan batu tepat di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RS Siloam sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif atas luka parah di sekujur tubuhnya.

Menagih Janji Keadilan

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi, menuntut untuk bertemu langsung dengan Kapolda Maluku. Mereka ingin memastikan sejauh mana progres penanganan kasus ini dan menjamin bahwa tidak ada ruang bagi para pelaku kejahatan di bumi Maluku.

“Orang Manipa cinta perdamaian, tapi kami tidak akan diam melihat saudara kami dizalimi. Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan ini untuk bersembunyi,” pungkas Usman dengan nada tegas.

Pihak Polda Maluku diharapkan segera mengambil langkah progresif untuk mengusut kasus ini, mengingat dampak psikologis dan fisik yang dialami korban serta keresahan yang dirasakan oleh komunitas masyarakat asal Pulau Manipa di Kota Ambon.

Penulis : EH

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit
Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah
KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN
Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029
Narapolis Institute: Karhutla dan Kabut Asap Ancam Ketahanan Pangan dan Hasil Panen, Pemerintah Didesak Siapkan Mitigasi Ekonomi
Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku
Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka
11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:48 WIT

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:07 WIT

Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:16 WIT

KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:05 WIT

Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:29 WIT

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku

Berita Terbaru