Ambon | Maluku.Newsline.id – Potret pendidikan di Kepulauan Aru, Maluku, memerlukan perhatian serius. Sekolah Dasar (SD) Kristen dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kabalukin, Kecamatan Aru Selatan harus berhenti saat musim penghujan akibat kondisi bangunan yang rusak parah. Ketika ada cuaca buruk, jam belajar siswa harus berhenti agar siswa bisa dipulangkan, para guru kuatir bangunan sekolah yang sudah rusak parah akan roboh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fasilitas belajar yang disiapkan sebagai sarana mencerdaskan puluhan anak bangsa, malah tidak dapat dijadikan sarana yang memberikan kenyamanan dalam proses belajar-mengajar.
Dari lantai bangunan yang sudan keropos, kayu plafon yang bergelantungan, hingga atap senk yang berkarat dan bocor. Hampir semua ruang kelas sudah tidak memiliki pintu.
Kepala SD Kristen Kabalukin, Ester Kailey, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang kini menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah yang baru.
Dirinya langsung dihadapkan dengan kondisi sekolah yang sangat tidak layak.
”Ternyata disaat dipindahkan, beta kaget juga dengan kondisi bangunan sekolah, tapi belum bisa berbuat banyak karena beta juga baru dimutasi kesini,” kata Ester ketika dikonfirmasi via whatsapp, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Ia berujar, aktivitas belajar siswa sangat terganggu dengan kondisi yang ada, pada saat hujan disertai angin berarti para siswa harus segera dipulangkan.
Proses belajar-mengajar baru bisa berjalan dengan baik ketika musim panas tiba.
Tak hanya bilik kelas, katanya, ruang guru, perpustakaan bahkan toilet siswa pun mengalami kerusakan parah.
”Tiga bilik dipakai untuk belajar, tapi kalau hujan sudah turun berarti tidak bisa dipakai lagi karena bocor,” cetusnya.
Proses belajar mengajar hanya dijalankan di dua bilik ruangan belajar. Ruang kantor juga sudah tidak bisa digunakan karena atap sudah bocor.
Menurutnya, walau kondisi seperti itu, tapi minat belajar siswa masih sangat tinggi.
Gangguan terhadap aktivitas belajar bukan hanya terjadi pada siswa tingkat SD, tapi juga dialami oleh siswa SMP yang sampai saat ini belum memiliki bangunan sekolah, sehingga harus menumpang di bangunan SD Kristen.
Ester berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Aru atau pihak lainnya, dapat melihat kondisi yang ada dan menyediakan solusi, demi kenyamanan aktivtas belajar dari para siswa di SD Kristen Kabalukin.
Penulis : AR
Editor : KB Ambon













