GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON | Maluku.Newsline.id – Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai dimulainya pembangunan proyek gas alam raksasa itu merupakan tonggak penting setelah melalui proses perencanaan selama puluhan tahun.

GEMA MBD berharap proyek tersebut mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data proyek, Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu investasi energi terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$20,94 miliar atau setara Rp339–352 triliun.

Proyek ini memiliki cadangan gas terukur sebesar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik gas per hari, serta 35 ribu barel kondensat per hari ketika mulai beroperasi penuh pada 2029.

Selama masa operasi hingga 2055, proyek tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara hingga Rp2.135,8 triliun.

Ketua Umum GEMA MBD, Krisandi Petrik Laurika, menegaskan dukungan organisasinya terhadap proyek tersebut bukan tanpa syarat.

Menurutnya, seluruh tahapan pembangunan harus dilakukan secara transparan, adil, serta mengutamakan perlindungan hak dan kepentingan masyarakat lokal sebagai pemilik wilayah adat.

“Kami sadar betul betapa besarnya potensi Blok Masela bagi bangsa dan daerah. Proyek ini diprediksi akan menyerap hingga 12.611 tenaga kerja pada tahap pembangunan dan sekitar 850 tenaga kerja tetap pada tahap operasional. Namun angka-angka besar ini tidak boleh hanya menjadi milik pihak luar. Manfaatnya harus mengalir nyata ke rumah-rumah saudara kita di Maluku Barat Daya,” ujar Krisandi dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (13/7/2026).

Menurut GEMA MBD, organisasi tersebut siap mengawal pelaksanaan proyek mulai dari tahap konstruksi hingga operasional dengan lima fokus utama.

Pertama, memastikan pemenuhan hak agraria masyarakat adat dan pemberian ganti rugi yang layak melalui musyawarah tanpa adanya paksaan maupun ketimpangan nilai kompensasi.

Kedua, mendorong prioritas penyerapan tenaga kerja lokal, termasuk target minimal 50 persen pekerja pada tahap konstruksi berasal dari masyarakat setempat serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendidikan.

Ketiga, memastikan pelaku UMKM, koperasi, dan pengusaha lokal memperoleh kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok penyedia barang dan jasa sesuai kebijakan kandungan lokal yang tengah disusun pemerintah daerah.

Keempat, mengawal perlindungan lingkungan laut maupun daratan agar aktivitas proyek tidak mengganggu ekosistem yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, khususnya nelayan dan petani.

Kelima, memastikan manfaat ekonomi proyek benar-benar dirasakan masyarakat melalui pengalokasian pendapatan daerah untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat.

“Kami tidak menolak kemajuan, justru kami menginginkannya. Namun kemajuan itu tidak boleh datang dengan mengorbankan hak-hak dasar warga. Proyek ini harus menjadi bukti bahwa kekayaan alam daerah dapat dikelola dengan bijak dan adil bagi anak cucu kita sendiri,” kata Krisandi.

Di akhir pernyataannya, GEMA MBD mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola proyek INPEX bersama mitra Pertamina dan Petronas, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun sinergi dalam pelaksanaan proyek strategis tersebut.

GEMA MBD berharap pembangunan Blok Masela menjadi awal kemitraan yang setara, di mana masyarakat lokal tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga menjadi mitra utama yang memperoleh manfaat dari pengelolaan sumber daya alam di daerahnya.

Penulis : KB Ambon

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit
Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah
KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN
Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029
Narapolis Institute: Karhutla dan Kabut Asap Ancam Ketahanan Pangan dan Hasil Panen, Pemerintah Didesak Siapkan Mitigasi Ekonomi
Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku
Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka
11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:48 WIT

Diduga Ada Transfer Rp75 Juta, Arsad Souwakil Desak Polda Maluku Usut Tuntas Edwin Erloit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:07 WIT

Ahas Balyo Kritik Kemenag: Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:16 WIT

KNPI Kota Ambon Desak Evaluasi Sekot Buntut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:05 WIT

Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:29 WIT

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku

Berita Terbaru