Lomba Tari Kreasi Budaya Maluku 2026 Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Generasi Muda

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Tribun Lapangan Merdeka Ambon dipenuhi semangat budaya dan kreativitas dalam pelaksanaan Lomba Tari Kreasi Budaya Maluku 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Kalesang Maluku.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan generasi muda dengan akar budaya mereka melalui seni tari yang inovatif dan inspiratif.

Dengan mengusung tema “Mengakar pada Tradisi, Bergerak Menyapa Zaman”, para peserta menampilkan berbagai karya tari kreasi yang mengangkat nilai-nilai adat, kehidupan masyarakat kepulauan, semangat pela gandong, hingga kekayaan alam dan budaya Maluku. Setiap penampilan menghadirkan interpretasi yang berbeda, namun tetap berpijak pada identitas budaya daerah.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia sekaligus ketua umum Komunitas Kalesang Maluku, Vigel Faubun, menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran budaya yang mendorong generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mencintai warisan leluhur.

“Budaya tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Budaya harus hadir dalam kehidupan generasi sekarang melalui karya, kreativitas, dan kebanggaan terhadap jati diri daerah,” ujar Vigel (20/6).

Pelaksanaan lomba ini merupakan bagian dari Program Bantuan Perseorangan Pemerhati Budaya Tahun 2026 yang didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan pemerhati seni budaya Maluku, yaitu Marchel Pasanea, Ellen Ferdinandus, dan Jon Mayaut. Penilaian dilakukan secara profesional berdasarkan unsur koreografi, kreativitas, penguasaan panggung, kesesuaian tema, serta pengolahan unsur budaya Maluku dalam pertunjukan.

Setelah melalui proses penjurian, dewan juri menetapkan:

Juara I: Sanggar Kamboti

Juara II: SMA Kristen Rehobot Ambon

Juara III: Sanggar Malori

Harapan I: Sanggar SBB

Harapan II: SMA Negeri 1 Ambon

Harapan III: Cakadidi Crew

Selain memperoleh piala dan piagam penghargaan, para pemenang juga menerima bonus pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam mengembangkan seni budaya Maluku.

Antusiasme masyarakat yang hadir sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa budaya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Maluku. Sorak dukungan dan apresiasi yang diberikan kepada setiap peserta menciptakan suasana yang meriah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Komunitas Kalesang Maluku berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan generasi muda dan pengembangan ekosistem seni budaya di Maluku. Melalui kegiatan seperti ini, budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Melestarikan budaya bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menyiapkan identitas untuk masa depan.” tutup Vigel.

Editor : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Sabtu, 5 September 2026 - 14:02 WIT

GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Berita Terbaru