Ambon | Maluku.Newsline.id – Mahasiswa dan masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) menggelar aksi kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban tragedi tenggelamnya speedboat di Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa (16/6/2026). Hingga saat ini, sebanyak delapan orang korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi penggalangan dana tersebut berlangsung di dua titik strategis di Kota Ambon, yakni di Lampu Merah AY Patty dan Lampu Merah Masjid Raya Al-Fatah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator lapangan, Okto Isran, mengatakan aksi tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama untuk membantu mempercepat proses pencarian delapan korban yang masih hilang.
“Aksi ini merupakan panggilan hati nurani kami sebagai orang MBD yang turut merasakan duka atas musibah yang terjadi di Pulau Dai. Puji Tuhan, jika kami mendapatkan hasil dari aksi ini, seluruhnya akan disumbangkan bagi saudara-saudara kami di Dai,” ujar Okto saat diwawancarai.
Menurutnya, dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional tim pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian.
“Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) dalam proses pencarian, serta untuk kebutuhan makan dan minum para relawan dan tim yang terlibat,” katanya.
Selain mendukung operasional pencarian, bantuan yang dihimpun juga akan disalurkan kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut.
“Bukan hanya untuk operasional pencarian, tetapi juga akan digunakan untuk membantu keluarga korban dalam bentuk bantuan materi maupun barang kebutuhan lainnya,” tambahnya.
Okto menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa dan masyarakat asal Maluku Barat Daya, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai paguyuban daerah lain di Maluku.
“Aksi ini merupakan kolaborasi antara paguyuban se-MBD dan sejumlah paguyuban dari luar MBD yang turut merasakan duka ini. Ada juga keterlibatan paguyuban dari Seram dan Kei,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu orator dalam aksi tersebut mengatakan kehadiran mereka di jalan merupakan upaya untuk mengajak masyarakat Kota Ambon dan seluruh Maluku memberikan bantuan bagi kebutuhan operasional pencarian korban.
“Tujuan kami hadir di sini untuk meminta uluran tangan dari warga Kota Ambon dan masyarakat Maluku agar dapat membantu kebutuhan operasional pencarian para korban yang hingga kini masih belum ditemukan,” ujarnya.
Para peserta aksi juga mengimbau seluruh masyarakat Maluku untuk menunjukkan solidaritas terhadap keluarga korban dan tim pencarian yang masih bekerja di lapangan.
“Sebagai orang Maluku, tentunya kita semua turut merasakan duka atas kejadian ini. Karena itu, mari bersama-sama membantu dengan memberikan sumbangsih sesuai kemampuan masing-masing,” kata orator lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap delapan korban yang masih hilang akibat tenggelamnya speedboat di perairan Pulau Dai terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur terkait dan dukungan masyarakat setempat.
Penulis : KB Ambon
Editor : KB Ambon












