SBB | Maluku.Newsline.id – Semangat kebersamaan dan nilai tradisi kembali terlihat dalam kegiatan koinonia yang melibatkan masyarakat Negeri Waraloin dan Negeri Uwen, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (22/4/2026).
Koinonia yang selama ini dikenal sebagai konsep spiritual, di wilayah Taniwel Timur dimaknai lebih luas sebagai bagian dari tradisi adat yang diwariskan leluhur. Nilai tersebut diwujudkan melalui aksi nyata gotong royong antarwarga dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Puluhan warga dari Negeri Waraloin tiba di Negeri Uwen dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat setempat sebagai tuan rumah. Kegiatan ini difokuskan pada pembangunan sejumlah rumah warga Uwen yang telah ditentukan sebelumnya oleh ketua sektor setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan dua negeri ini juga diawali dengan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan serta upaya menjaga eratnya hubungan persaudaraan di tanah Nusa Ina. Tradisi tersebut menjadi simbol kuatnya ikatan sosial yang terus dijaga lintas generasi.
Kegiatan koinonia ini turut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura yang sedang bertugas di kedua negeri tersebut. Mahasiswa KKN yang berada di Uwen berperan sebagai pendamping kegiatan, sementara 12 mahasiswa KKN dari Waraloin ikut ambil bagian langsung dalam proses pembangunan rumah warga.

Ketua Kelompok Mahasiswa KKN Waraloin, Juna, menyampaikan bahwa kegiatan koinonia ini memiliki dampak yang sangat produktif, tidak hanya dari sisi sosial, tetapi juga ekonomi.
“Ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur skala mikro serta menciptakan keadilan sosial di masyarakat. Dalam perspektif ekonomi, pembangunan adalah proses transformasi dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang lebih modern,” ujarnya.
Partisipasi aktif mahasiswa KKN mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga Negeri Uwen dan Waraloin mengaku bangga atas kontribusi kolektif yang ditunjukkan para mahasiswa dalam mendukung pembangunan dan memperkuat nilai kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal seperti koinonia tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga relevan sebagai solusi dalam memperkuat solidaritas sosial dan pembangunan masyarakat di tingkat akar rumput.
Penulis : Eston Halamury
Editor : KB Ambon












