Korban Jatuh dari Longboat di Perairan Tanjung Ulatu Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBB | Maluku.Newsline.id – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan warga Kabupaten Seram Bagian Barat yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari longboat di sekitar Perairan Tanjung Ulatu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari dilakukan pencarian intensif.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi hari dengan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

“Sejak pukul 07.00 WIT, dua SRU kembali dikerahkan guna memperluas area pencarian korban,” jelas Arafah, Sabtu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

SRU 1 menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) melakukan pencarian di sejumlah titik koordinat di sekitar lokasi kejadian dengan jarak sekitar 16,38 nautical mile. Sementara SRU 2 yang terdiri dari beberapa longboat milik masyarakat melakukan pencarian pada radius sekitar 9,51 nautical mile.

Upaya pencarian membuahkan hasil setelah pada pukul 16.00 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan sekitar pukul 14.45 WIT di perairan Desa Sole, Kabupaten Seram Bagian Barat. Korban ditemukan pada koordinat 3°10.299’S dan 127°47.229’E dengan jarak sekitar 7,79 nautical mile dari lokasi awal kejadian.

Setelah menerima laporan tersebut, SRU 1 dan SRU 2 langsung bergerak menuju lokasi penemuan untuk melakukan proses evakuasi. Korban kemudian dievakuasi menuju Dusun Tapinalu dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Korban diketahui bernama Aply Siolimbona (74).

IMG 20260207 WA0011

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR, di antaranya Kantor SAR Ambon, Polairud Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat.

Peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi RBB Kansar Ambon, alat selam, Aquaeye, GoPro, serta longboat milik masyarakat.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin mencapai 22 knot dari arah barat laut hingga barat, serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing dengan disertai ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama operasi berlangsung.

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut
Pemuda Diduga Keroyok Warga Honitetu di Rumberu, Keluarga Minta Polisi Bertindak
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Tradisi Koinonia Hidupkan Gotong Royong, Warga Waraloin dan Uwen Bangun Rumah Bersama
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan
Warga Desa Laturake Keluhkan Akses Jalan, Panser UKIM: Pemkab SBB Segera Turun Tangan
Tokoh Adat SBB Apresiasi Kepemimpinan Bupati Asri Arman dan Ketua PKK Yeni Rosbayani
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:28 WIT

Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:10 WIT

Pemuda Diduga Keroyok Warga Honitetu di Rumberu, Keluarga Minta Polisi Bertindak

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Rabu, 22 April 2026 - 20:26 WIT

Tradisi Koinonia Hidupkan Gotong Royong, Warga Waraloin dan Uwen Bangun Rumah Bersama

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Berita Terbaru