Pemuda Diduga Keroyok Warga Honitetu di Rumberu, Keluarga Minta Polisi Bertindak

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBB | Maluku.Newsline.id – Seorang warga Dusun Ursana Kilo 7, Desa Honitetu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, bernama Kristoperus Parakate (34), diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda di Desa Rumberu, Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIT.

Peristiwa itu bermula saat korban datang ke rumah keluarganya di Desa Rumberu untuk makan durian bersama keluarga. Menurut keterangan keluarga, korban kemudian duduk menonton televisi di rumah seorang kerabat yang dikenal dengan nama Mama Tina.

Namun situasi mendadak berubah ketika beberapa pemuda datang dan diduga langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Kristoperus disebut dipukul secara brutal, diseret keluar rumah, hingga diinjak sampai terjatuh ke dalam parit di sekitar lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga yang berada di tempat kejadian sempat berusaha melerai dan mengamankan korban kembali ke dalam rumah guna menghindari aksi kekerasan lanjutan.

Sejumlah nama yang disebut warga berada di lokasi kejadian antara lain Ondi Rumahpasal, Yopi Niak, Alpin Rumahpasal, dan Maikel Maslebu. Para terduga pelaku diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat insiden terjadi.

IMG 20260513 WA0007

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sesak napas setelah diduga dipukul pada bagian dada menggunakan batu. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Inamosol dengan pemasangan infus dan bantuan oksigen.

Pihak keluarga mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada aparat keamanan. Namun hingga kini, keluarga korban menilai belum ada langkah tegas maupun komunikasi yang baik dari pihak terkait terkait penanganan kasus tersebut.

Keluarga korban mendesak aparat kepolisian bersama Pemerintah Negeri Rumberu agar segera menangani kasus ini secara serius demi mencegah situasi berkembang menjadi konflik antarwarga.

“Jangan sampai lambatnya penanganan membuat situasi semakin memanas. Kami hanya meminta keadilan ditegakkan,” ujar keluarga korban.

Penulis : EH

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Listrik Berkepanjangan, Warga Pesisir Huamual dan Maluku Tengah Desak Evaluasi Total dan Tindak Tegas Kepala PLN Ranting Luhu
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
GMNI SBB Dorong Kejaksaan Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa di Desa Ahiolo-Abio
Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Tradisi Koinonia Hidupkan Gotong Royong, Warga Waraloin dan Uwen Bangun Rumah Bersama
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan
Berita ini 411 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Krisis Listrik Berkepanjangan, Warga Pesisir Huamual dan Maluku Tengah Desak Evaluasi Total dan Tindak Tegas Kepala PLN Ranting Luhu

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:50 WIT

GMNI SBB Dorong Kejaksaan Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa di Desa Ahiolo-Abio

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:28 WIT

Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:10 WIT

Pemuda Diduga Keroyok Warga Honitetu di Rumberu, Keluarga Minta Polisi Bertindak

Berita Terbaru