SBB | Maluku.Newsline.id — Direktur Walang Aspirasi Rakyat Maluku, Cristian Sea, S.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap Forum Lembaga Adat Persekutuan Nuruwe Lumabotoi Alune yang dinilai berperan penting dalam menjembatani berbagai persoalan adat, hak-hak masyarakat adat, serta menjaga kesatuan masyarakat hukum adat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku.
Menurut Cristian Sea, keberadaan forum adat tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kembali fungsi lembaga-lembaga adat yang selama ini dinilai kurang optimal. Ia menegaskan, upaya konsolidasi yang dilakukan Forum Nuruwe Lumabotoi Alune patut diapresiasi karena mampu menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam kerangka regulasi yang lebih tertata.
“Forum ini sangat tepat dalam memperkuat persatuan dan kesatuan lembaga adat yang sudah lama tidak berfungsi maksimal. Penataan melalui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga hingga struktur kepengurusan menjadi langkah maju yang harus didukung,” ujar Cristian Sea Kepada media ini, Kamis (5/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyatakan kesiapan Walang Aspirasi Rakyat Maluku untuk mendukung dan bekerja sama dengan forum tersebut dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya masyarakat Alune dan Wemale.
Cristian menjelaskan, Forum Lembaga Adat Persekutuan Nuruwe Lumabotoi Alune merupakan wadah yang menghimpun negeri-negeri adat yang bersumber dari satu pancaran, yakni Negeri Neniari Gunung, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kawasan ini dikenal sebagai Sisine Nenali Nuruwe Lumabotoi yang diyakini sebagai pusat peradaban yang melahirkan banyak kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.
Ia mencontohkan sejumlah catatan sejarah penting yang lahir dari wilayah tersebut, seperti Perang Rumasoal melawan penjajah, Perang Humual, serta berbagai peristiwa perjuangan lainnya.
Melalui pesan WhatsApp kepada media, Cristian Sea kembali menegaskan dukungan penuh terhadap forum yang dipimpin Ketua Umum Jodis Rumasoal, SH. Ia menilai kepemimpinan Jodis menjadi motor penggerak dalam upaya pelestarian adat dan budaya.
Forum Lembaga Adat Persekutuan Nuruwe Lumabotoi Alune sendiri diketahui melibatkan sejumlah negeri di Pulau Seram, Kota Ambon, wilayah Provinsi Maluku, hingga jaringan diaspora di Jakarta dan Belanda yang merupakan bagian dari pancaran Negeri Neniari Gunung atau dikenal dengan sebutan Bulu Kasuale Batai Sisine Nenali Nuruwe Lumabotoi.
Cristian berharap, keberadaan forum ini dapat terus memperkuat eksistensi masyarakat hukum adat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan pelestarian budaya di Maluku. (*)
Editor : Eston Halamury










