SBB | Maluku.Newsline.id – Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Maluku kembali menjadi sorotan publik setelah beredar unggahan media sosial yang memperlihatkan warga harus memikul jenazah melewati hutan dan menyeberangi sungai akibat jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini terjadi di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, Kecamatan Inamosol, dan Desa Manusa.
Unggahan dari akun Facebook Lumanikit Nyt ll Jumat (6/1/2026), menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan potret nyata kondisi Maluku saat ini, bukan dokumentasi masa lalu ataupun cerita era penjajahan. Dalam unggahan tersebut, terlihat jenazah dibungkus terpal seadanya dan dipikul secara gotong royong oleh warga karena akses jalan rusak parah dan berlumpur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini dinilai sebagai cerminan kegagalan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman dan kepulauan. Saat pemerintah gencar berbicara mengenai pembangunan, masyarakat di wilayah terpencil justru masih harus mengandalkan tenaga manusia untuk mengakses layanan dasar, termasuk mengantar orang sakit maupun jenazah.
“Jalan bukan kemewahan. Infrastruktur dasar adalah kewajiban negara,” demikian isi kritik dalam unggahan tersebut. Warga disebut harus menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, baik secara fisik maupun moral.
Unggahan tersebut juga menyoroti bahwa kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Kondisi jalan rusak yang dibiarkan bertahun-tahun dinilai telah menjadi pola yang merugikan masyarakat. Sementara itu, pemerintah kerap disebut berlindung di balik alasan cuaca, kondisi geografis, maupun keterbatasan anggaran.
Kritik tajam juga diarahkan pada efektivitas penggunaan anggaran pembangunan. Disebutkan bahwa meski laporan administrasi terlihat rapi, namun realitas di lapangan masih menunjukkan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen pemerintah dalam membuka akses dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan pedalaman. Banyak pihak menilai bahwa jika akses jalan dasar saja belum terpenuhi, maka pembangunan belum menyentuh kebutuhan utama masyarakat.
Unggahan tersebut menutup kritiknya dengan menyebut kondisi jalan rusak dan peristiwa pemikulan jenazah sebagai peringatan keras bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur dasar di Maluku. (EH)
Editor : Eston Halamury















