Viral Warga Pikul Jenazah Akibat Jalan Rusak, Sorotan Keras untuk Pemerintah Provinsi Maluku

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBB | Maluku.Newsline.id – Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Maluku kembali menjadi sorotan publik setelah beredar unggahan media sosial yang memperlihatkan warga harus memikul jenazah melewati hutan dan menyeberangi sungai akibat jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini terjadi di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, Kecamatan Inamosol, dan Desa Manusa.

Unggahan dari akun Facebook Lumanikit Nyt ll Jumat (6/1/2026), menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan potret nyata kondisi Maluku saat ini, bukan dokumentasi masa lalu ataupun cerita era penjajahan. Dalam unggahan tersebut, terlihat jenazah dibungkus terpal seadanya dan dipikul secara gotong royong oleh warga karena akses jalan rusak parah dan berlumpur.

1770386430514

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini dinilai sebagai cerminan kegagalan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman dan kepulauan. Saat pemerintah gencar berbicara mengenai pembangunan, masyarakat di wilayah terpencil justru masih harus mengandalkan tenaga manusia untuk mengakses layanan dasar, termasuk mengantar orang sakit maupun jenazah.

“Jalan bukan kemewahan. Infrastruktur dasar adalah kewajiban negara,” demikian isi kritik dalam unggahan tersebut. Warga disebut harus menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, baik secara fisik maupun moral.

1770386437011

Unggahan tersebut juga menyoroti bahwa kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Kondisi jalan rusak yang dibiarkan bertahun-tahun dinilai telah menjadi pola yang merugikan masyarakat. Sementara itu, pemerintah kerap disebut berlindung di balik alasan cuaca, kondisi geografis, maupun keterbatasan anggaran.

Kritik tajam juga diarahkan pada efektivitas penggunaan anggaran pembangunan. Disebutkan bahwa meski laporan administrasi terlihat rapi, namun realitas di lapangan masih menunjukkan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.

Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen pemerintah dalam membuka akses dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan pedalaman. Banyak pihak menilai bahwa jika akses jalan dasar saja belum terpenuhi, maka pembangunan belum menyentuh kebutuhan utama masyarakat.

Unggahan tersebut menutup kritiknya dengan menyebut kondisi jalan rusak dan peristiwa pemikulan jenazah sebagai peringatan keras bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur dasar di Maluku. (EH)

Editor : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI SBB Dorong Kejaksaan Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa di Desa Ahiolo-Abio
Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut
Pemuda Diduga Keroyok Warga Honitetu di Rumberu, Keluarga Minta Polisi Bertindak
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Tradisi Koinonia Hidupkan Gotong Royong, Warga Waraloin dan Uwen Bangun Rumah Bersama
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan
Warga Desa Laturake Keluhkan Akses Jalan, Panser UKIM: Pemkab SBB Segera Turun Tangan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:50 WIT

GMNI SBB Dorong Kejaksaan Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa di Desa Ahiolo-Abio

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:28 WIT

Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:10 WIT

Pemuda Diduga Keroyok Warga Honitetu di Rumberu, Keluarga Minta Polisi Bertindak

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Rabu, 22 April 2026 - 20:26 WIT

Tradisi Koinonia Hidupkan Gotong Royong, Warga Waraloin dan Uwen Bangun Rumah Bersama

Berita Terbaru