Nelayan Malteng yang Hilang Akhirnya Ditemukan Selamat, SAR Ditutup

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malteng | Maluku.Newsline.id – Nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, Roni Fatubun (40), yang sebelumnya dilaporkan hilang di laut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Korban ditemukan oleh warga pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 18.00 WIT di perairan Desa Yelu, Pulau Misol. Saat ditemukan, Roni dalam keadaan lemas dan masih bersama longboat miliknya. Warga kemudian mengevakuasi korban ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol untuk mendapatkan penanganan.

IMG 20260412 WA0028

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon menjelaskan, pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak pukul 07.00 WIT dengan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju sejumlah titik koordinat.

“Sekitar satu jam setelah pencarian dimulai, kami menerima informasi dari Kapolsek Wahai bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Pulau Misol dan sedang mendapatkan perawatan,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang turut melakukan pencarian di sekitar wilayah Misol. Keluarga kemudian menuju Pos Patroli TNI AL untuk menjemput korban.

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Roni Fatubun bersama keluarga tiba dengan selamat di Dusun Parigi pada pukul 17.00 WIT.

IMG 20260412 WA0029

Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan berbagai peralatan SAR, termasuk RIB USS Bula dan longboat milik warga.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan arah angin dari utara ke timur laut berkecepatan sekitar 19 knot, serta tinggi gelombang berkisar 0,5 meter.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.

Penulis : Eston Halamury

Editor : Kabiro Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara
Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah
Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla
Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan
GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Masyarakat Adat Negeri Kanike Tolak Pemasangan Pal Batas Taman Nasional Manusela di Tanah Adat
Aliansi Pemuda Seti Kecam Pihak Kehutanan, Dugaan Penyerobotan Lahan di Hutan Adat Negeri Seti
Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:13 WIT

Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 15:58 WIT

Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:56 WIT

Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:24 WIT

Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan

Senin, 13 Juli 2026 - 13:10 WIT

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal

Berita Terbaru