165 Sekolah Rakyat Hadir di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.Maluku.Newline.id Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menyampaikan perkembangan menggembirakan terkait program Sekolah Rakyat yang kini telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini sudah terdapat 165 Sekolah Rakyat yang aktif memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam keterangannya kepada media, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah Tanah Air. Program ini menjadi solusi alternatif bagi anak-anak yang sulit menjangkau fasilitas pendidikan formal karena kendala ekonomi atau geografis.

Setiap Sekolah Rakyat, lanjutnya, mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi angka putus sekolah, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Sosial menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran di Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah umum pada umumnya. Sistemnya dirancang lebih fleksibel dengan menggabungkan pendidikan formal di pagi hari dan pendidikan karakter di waktu sore. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan moral dan tanggung jawab sosial bagi generasi muda,” ujar Saifullah Yusuf dalam pernyataannya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Selain kurikulum formal, Sekolah Rakyat juga memberikan pelatihan keterampilan dasar seperti pertanian, kerajinan tangan, dan teknologi sederhana. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memperoleh keahlian praktis yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini mendapat sambutan positif dari banyak daerah. Sejumlah pemerintah provinsi dan kabupaten mulai mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.

Menteri Sosial berharap agar inisiatif pendidikan berbasis masyarakat ini terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga pendidikan lain dalam memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia.

Ia menegaskan, pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. “Pendidikan adalah pondasi utama membangun masa depan. Karena itu, setiap anak berhak mendapatkan akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan,” katanya.

Kementerian Sosial juga terus melakukan evaluasi dan pendampingan terhadap program ini. Setiap sekolah akan mendapat pengawasan rutin untuk memastikan mutu pembelajaran dan kesejahteraan para pengajarnya tetap terjaga.

Dengan semakin banyaknya Sekolah Rakyat yang berdiri, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dari pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia yang cerdas, mandiri, dan berkeadilan sosial. (SS37)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IAKN Ambon Wisuda 97 Lulusan, Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul dan Berdaya Saing
Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan
Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Forum Indonesia–Jepang 2026, Fokus pada Energi Terbarukan dan Iklim Investasi Kompetitif
Kolaborasi 6 Paguyuban MBD Hadirkan LDK di Ambon, Perkuat Kapasitas Generasi Penerus
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:19 WIT

IAKN Ambon Wisuda 97 Lulusan, Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul dan Berdaya Saing

Rabu, 22 April 2026 - 13:19 WIT

Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan

Minggu, 19 April 2026 - 15:51 WIT

Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Berita Terbaru