AMBON | Maluku.Newsline.id—Dalam dinamika politik daerah yang kian kompleks, janji-janji kampanye menjadi salah satu aspek penting yang mencerminkan komitmen kandidat terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu janji politik yang tengah menjadi perhatian publik di Kabupaten Buru Selatan adalah terkait rencana pembangunan asrama dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal daerah tersebut.
Salah satu pemuda asal kabupaten Buru Selatan Engel Hukunala mengungkapkan keburukan Akmal Soulissa yang merupakan salah satu politisi dari Fraksi Partai PDI-P dalam orasi politiknya saat kampanye kontestasi politik tahun 2024 lalu.
“Ia sempat mengemukakan janji tersebut sebagai bagian dari visi dan misinya dalam memperjuangkan hak pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa Buru Selatan” jelas Hukunala dalam keterangannya kepada Maluku.Newsline.id Rabu (5/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengkritisi politisi partai PDI-Perjuangan tersebut dengan nada kecewa terhadap politisi tersebut.
“Hingga saat ini, realisasi janji tersebut tak kunjung datang” ungkap Hukunala
Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar dari berbagai pihak yang menuntut kejelasan dan Transparansi.
“Janji yang kian marak dan berulang kali diucapkan namun Nyaris tak kunjung datang dan tak dapat di realisasikan” ujarnya.
Kekecewaan pun muncul dari berbagai kalangan yang berujung pada hilangnya kepercayaan stakeholder masyarakat terhadap janji-janji politik.
“Kami tak butuh banyak janji, banyak janji basi telah menumpuk dan manjadi bau busuk dan biang kerok atas penderitaannya masyarakat. Kami butuh aksi nyata. Bukan hanya sekedar narasi belaka” tegasnya.












