Ambon | Maluku.Newsline.id – Ditengah harunya wisudawan wisudawati Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon yang berlangsung khidmat di gedung Auditorium IAKN Ambon pada Selasa (27/10/2026), salah satu wisudawan asal Pegunungan Seram Utara membawa sejuta cinta dan cita-cita yang digapai.
Eston Halamury, S.Pd yang merupakan salah satu wisudawan yang diwisudakan dengan predikat sangat memuaskan itu mendapat kesempatan dan harapan baru saat gelar yang sandang menjadi makna tanggung jawab atas realitas kehidupan masyarakat Pegunungan Seram Utara yang hari ini masih berada dalam daerah 3T.
Wisudawan yang berasal dari Negeri Maneo itu, lahir di Dusun Maneo tinggi, pada 06 September 2022. Dengan tempat tinggal yang jauh dari kota kecamatan dan kabupaten ini, menempuh pendidikan bukanlah hal yang mudah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, di daerah Pegunungan Seram Utara ini angka anak yang putus sekolah sangat tinggi dibandingkan dengan anak yang ingin melanjutkan pendidikan. Sekolah Dasar (SD) hanya menjadi satu-satunya sekolah yang dianggap cukup untuk menempuh pendidikan dengan beranggapan tahu baca, tulis, dan hitung adalah kecerdasan yang luar biasa.
Dapat dikatakan, daerah ini mestinya menjadi perhatian serius oleh pemerintah ditengah Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah namun Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih rendah.
Sebagian besar anak yang berhenti sekolah hanya memilih untuk kawin dan bekerja untuk menafkahi keluarga ataupun kebutuhan lainnya. Hal inilah yang membuat pendidikan di daerah Pegunungan Seram Utara belum menjawab mutu pendidikan yang sesungguhnya.
Ditengah situasi ini, Eston Halamury memilih keluar dari kampung dan ingin memulai hidup untuk belajar di pusat Kecamatan Seram Utara, tepatnya di Negeri Air Besar.
Sekolah Dasar (SD) Instruksi Presiden (Inpres) Air Besar adalah jenjang sekolah dasar yang ditempuhnya sejak tahun 2009-2015. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Air Besar sebagai jenjang pendidikan menengah ditempuh pada 2015-2019, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Maluku tengah adalah jenjang pendidikan menengah atas yang ditempuhnya sejak 2019-2021
Setelah lulus dari sekolah, Eston juga ingin melanjutkan perjalanan ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi hanya demi membuktikan harapan baru bagi negeri di Pegunungan Seram Utara dan menjawab keinginan kedua orang tuanya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Walupun kini kedua orangtuanya telah meninggal dan Eston Halamury sebagai anak Yatim Piatu, ia tak pernah putus asa dan terus mengejar mimpi dalam cita-cita yang besar.
Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon sebagai langkah menuju jenjang perguruan tinggi yang ditempuhnya sejak 2021 hingga 2026. Lima tahun dalam masa perkuliahannya, belajar dan bekerja kerasa adalah buah harapan yang selalu ingin di gapai. Mencari ilmu pengetahuan pun adalah tugas yang utama baginya.
Bagi Eston, mengenal kehidupan kampus adalah pengalaman terbaru dalam dunia pendidikan setelah lulus dari jenjang Sekolah Dasar dan Menengah.
“Dunia pendidikan di kampus merupakan bagian dalam kehidupan saya yang baru dan awal cerita di perguruan tinggi setelah keluar dari jenjang pendidikan sebelumnya” ujarnya.
Ia pun memberanikan diri bergabung ke organisasi mahasiswa atau organisasi intra kampus hingga pada organisasi ekstra kampus dan komunitas lainnya. Mengawali proses belajarnya, organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu ruang belajar dan menimba ilmu pengetahuan yang luas.
Tak sebatas itu, Program Studi Pendidikan Seni Musik sebagai jurusan yang diambilnya pun menjadi prioritas saat ingin melanjutkan kreatifitasnya dalam dunia seni dan musik sejak jenjang pendidikan menengah.
“Saya memulai karir saya dalam dunia seni dan musik ini untuk melanjutkan apa yang sudah saya miliki sejak jenjang pendidikan menengah” kata Eston.
Selama kuliah pun ia ditanggung beasiswa KIP kuliah untuk membantu biaya pendidikannya ditengah latar belakang keluarganya yang tidak mampu.
Giat belajar dan bekerja keras dilakukannya pada ruang-ruang belajar di setiap situasi dan kondisi seperti pada ruang kelas, bengkel musik, lab musik, dan studio musik bersama teman-temanya, hingga pada ruang-ruang organisasi intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, organisasi ekstra kampus seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), organisasi Paguyuban seperti Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Maneo (HIMAPEMA), Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GEMA PENU SETARA), hingga dengan komunitas lainnya.
Ia juga mengaktifkan organisasi Paguyuban asal Pegunungan Seram Utara dan menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GEMA PENU SETARA) sejak 2023/2024.
Selain itu, ia menjabat sebagai Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI IAKN sejak 2022 hingga 2025. Selama itu juga, aspirasi masyarakat diperjuangkannya pada panggung-panggung demonstrasi di jalanan, ruang diskusi, dan instansi pemerintah.
Tak sebatas itu, ia juga mengembangkan karirnya di dunia jurnalistik sejak 2023 dan terus menulis sebagai bentuk seni yang progresif. Orasirakyat.com salah satu media yang ia jejaki penulisannya, dan menjadi kontributor di beberapa media online lainnya.
Mengingat nasib masyarakat Pegunungan Seram Utara masih dalam keterisolasian, ia terus bergerak dan membuat gebrakan-gebrakan baru dalam membangun Sumber Daya Manusia.
“Selama proses kuliah, kita mengingat nasib orang tua, saudara, dan keluarga yang ada di pegunungan Seram Utara yang hingga hari ini pun masih menghadapi realitas sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, dan ekonomi yang tidak baik-baik saja” jelasnya.
Dengan kesadaran yang telah dimiliki, ia juga ingin masyarakat Pegunungan Seram Utara memiliki kesadaran kolektif, pentingnya pendidikan dan masa depan generasi muda.
Perjuangan pendidikan itu berpuncak pada 27 Oktober 2026 setelah IAKN Ambon menggelar sidang senat terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana periode II 2026.
Eston Halamury menyandang gelar Strata satu (S.Pd). Didampingi sanak saudaranya saat wisuda adalah momen terindah baginya.
Namun, baginya gelar tersebut adalah langkah awal pada perguruan tinggi dan bukan akhir dari cerita di dunia pendidikan.
Hingga kini masyarakat Pegunungan Seram Utara masih menaruh harapan besar bagi generasi muda yang ingin mencapai gelar sarjana dan mengabdi kembali di negeri-negeri Pegunungan Seram Utara. Sejumlah generasi muda pun dirangkulnya untuk menempuh pendidikan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui program beasiswa.
“Perjuangan ini belum usai, gelar sarjana pun masih terus menghadapi tantangan dunia lapangan pekerjaan, sehingga pengabdian kepada masyarakat Pegunungan Seram Utara akan dilakukan oleh generasi muda yang ingin membangun negerinya. Masa depan akan sungguh ada jika kita tidak pernah takut pada kegagalan, karena kegagalan adalah kesuksesan yang sedang tertunda” cetusnya.
Penulis : KB Ambon
Editor : KB Ambon










