Ambon | Maluku.Newsline.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon secara resmi membuka agenda organisasi berupa Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan proses pengkaderan formal dan indoktrinasi awal setelah Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB), yang berlangsung di Balai Kota Ambon mulai pukul 12.04 WIT.
Kegiatan ini mengusung tema “Manifestasi GMNI sebagai Student Movement Jemput Indonesia Emas 2045”, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 10 hingga 12 Februari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara pembukaan dihadiri oleh Pemerintah Kota Ambon yang diwakili Atas nama Dr. Nel Edwin Patikawa, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, pengurus pusat GMNI yang diwakili oleh Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi, Bayu Andara Saputra, DPD GMNI Ambon, serta para senior GMNI Cabang Ambon. Kehadiran para pejabat dan senior organisasi ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan kaderisasi dan peran GMNI dalam pendidikan kepemudaan serta pembangunan masyarakat.
Dalam sambutan yang disampaikan dan di ambil di pertengahan acara, Ketua GMNI Cabang Ambon, Zam Arnando Mezak S.H., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir.
Ia menekankan pentingnya para kader untuk lebih cermat dan bijak dalam menggunakan media sosial, karena sering kali kita melakukan hal-hal yang mudah saja, tetapi menyinggung persoalan orang lain. Menurut Zam, hal ini menjadi pelajaran penting bagi kader untuk bersikap hati-hati dan bertanggung jawab di era digital.
“Dari semua itu kami menyadari sungguh bahwa kaderisasi dalam GMNI ini harus dilaksanakan secara masif, karena harapan besar bahwa ketika kegiatan ini dijalankan, kita bisa melakukan Perubahan terhadap kader GMNI, dan pada gilirannya dapat mengedukasi masyarakat secara kolektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, situasi nasional akhir-akhir ini memang tidak sepenuhnya stabil, terutama terkait isu efisiensi dan gejolak menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, pengukuran perkembangan suatu wilayah harus dilihat dari sektor pendidikan, yang paling fundamental.
Menurutnya, melalui pendidikan, sumber daya manusia akan tumbuh dengan baik, generasi muda akan menjadi produktif, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, dan Indonesia bisa mencapai 2045 sebagai Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas.
Dalam kesempatan yang sama, Zam menegaskan bahwa GMNI sebagai student movement memiliki tanggung jawab untuk membicarakan hak dan kepentingan masyarakat. Ia menambahkan, kehadiran Pemerintah Kota Ambon dan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang diwakili merupakan bentuk kolaborasi strategis.
“GMNI adalah mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dan kepolisian. Oleh karena itu, semua aktivitas yang membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, khususnya GMNI, harus dijalankan dengan keterbukaan dan semangat kolaborasi demi menjaga stabilitas pemerintahan dan keamanan masyarakat” tegas Zam
Menyinggung kondisi keamanan di Kota Ambon, Zam juga mengingatkan bahwa semua pihak, terutama generasi muda, perlu menjaga kondusifitas. Konflik yang terus terjadi akan mengganggu pembangunan. “Maka itu saya berharap supaya kita saling mendukung, saling menjaga, supaya kita bisa menjawab Ambon punya bae,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPP GMNI, Bayu Andara Saputra, Dalam Sambutanya,menyampaikan beberapa program strategis GMNI di tingkat nasional. Ia menjelaskan bahwa GMNI bersama baru saja bekerja sama dengan kementerian terkait atau kementrian desa (Kemendes) untuk merumuskan Desa AI. Program ini diharapkan dapat mendorong transformasi desa-desa di seluruh Indonesia melalui optimalisasi teknologi.
Bayu juga menekankan peran lembaga baru GMNI yang sudah di lauching sejak pelantikan DPP GMNI di bawah kepemimpinan,Sojahri Somar. Menurutnya, lembaga ini berfokus pada analisis kecerdasan buatan (AI), salah satu produknya adalah GMNI AI.
Kami Berupaya bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk membantu implementasi teknologi di desa-desa agar lebih efektif dan efisien. Ia menekankan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi gerakan GMNI, agar organisasi dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tetap relevan di era modern.
Terkait isu nasional lainnya, Bayu menegaskan bahwa GMNI memiliki pandangan soal status Polri, apakah di bawah presiden atau tidak. Ia menyampaikan, Menurut GMNI Polri harus menjaga independensi nya.
“Tidak ada argumentasi yang hari ini bisa membenarkan bahwa Kapolri itu harus dibuat semacam kementerian atau di bawah kementerian. Fungsinya sama, eksekutif, dan wilayahnya Sama presiden. Secara konstitusi, Polri tetap di bawah presiden.” tegas baju, Pernyataan ini menegaskan sikap GMNI yang kritis sekaligus realistis terhadap isu kelembagaan negara.
Selain itu, Bayu menyinggung perdebatan terkait pilkada langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, isu yang paling urgen adalah revisi Undang-Undang Partai Politik, karena calon pemimpin nantinya akan melalui jalur partai politik.
Terkait Kaderisasi,kata bayu,GMNI menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya kader melalui peluncuran Yayasan Kaderisasi, sebagai platform untuk pengembangan kapasitas, ekonomi, dan kegiatan sosial kader, sekaligus mendorong keterlibatan lebih aktif dalam pengembangan ekonomi kader.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Pemerintah Kota Ambon, Dr. Nel Edwin Patikawa, yang menyampaikan bahwa GMNI terus menunjukan konsistensi sebagai organisasi perjuangan mahasiswa. GMNI tidak hanya mewariskan nilai-nilai nasionalisme, tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang berkontribusi untuk pengembangan masyarakat serta kemajuan daerah dan bangsa.
Dr. Nel menekankan bahwa tema kegiatan kali ini, Manifestasi GMNI sebagai Student Movement Jemput Indonesia Emas 2045, harus dipahami sebagai arah perjuangan di tengah dinamika perkembangan dunia saat ini. Kaderisasi bukan sekadar proses organisasi, tetapi ruang untuk pembentukan kepemimpinan masa depan.
Melalui kaderisasi, lahirlah pemimpin yang berpikir ideologis, bekerja rasional, dan mengabdi nyata. Ia berharap GMNI Cabang Ambon menjadi ruang politik yang sehat, sumber gagasan dan inovasi, serta penjaga nilai persatuan dan toleransi.
“Kami berpesan kepada peserta kaderisasi untuk menggunakan momentum ini untuk membentuk diri menjadi kader GMNI yang tegak lurus pada nilai kebangsaan dan ideologi nasionalisme, kritis dalam berpikir namun santun dalam bertindak, serta mampu berdampak bagi masyarakat dan pembangunan di daerah. Percayalah, Indonesia Emas 2045 sedang dipersiapkan oleh kalian hari ini. Apa yang kalian pelajari, perjuangkan, dan lakukan sekarang menentukan arah dan wajah bangsa,” pungkas Edwin (*)
Penulis : Melris Salmanu










