GMNI Se-IAKN Gelar PPAB, Cetak Marhaenis Berjiwa Nasionalis

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sejajaran Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di RKB pada Sabtu (14/3/2026) dengan mengangkat tema “Memperkuat Solidaritas, Menjunjung Tinggi Nasionalisme dan Menciptakan Anggota Yang Progresif, Revolusioner Dalam Semangat Marhaenisme”.

Pekan Penerimaan Anggota Baru GMNI Se-IAKN ini menjadi momen pertemuan anggota dan kader GMNI di IAKN demi menjaga nilai juang marhaenisme dan memperkuat solidaritas antar anggota dan kader dalam merawat pluralisme.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Ambon dan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Se-kota Ambon serta para marhaenis lainnya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisariat FSKK IAKN, Eston Halamury dalam pidatonya, mengajak para peserta PPAB dan anggota GMNI menjaga perbedaan sebagai simbol nasionalisme yang diciptakan.

“Para peserta PPAB bersama seluruh anggota GMNI harus terus mengutamakan prinsip nasionalisme sebagai fondasi yang kokoh” ujarnya.

Eston juga menegaskan seusai PPAB para anggota pun diharapkan tetap berproses dan menjadi anggota yang progresif revolusioner.

“Saya berharap setelah selesai PPAB, bung dan sarinah harus tetap banyak mendalami ilmu pengetahuan dan menjadi anggota yang selalu aktif dan memiliki loyalitas tinggi” tambahnya.

Ia juga memberikan pandangan dan masukan kepada anggota dan kader GMNI agar selalu bersikap proaktif sebagai mahasiswa yang mencintai dunia akademik dan organisasi serta menjadi cermin terhadap mahasiswa lainnya.

“Sebagai status mahasiswa di dunia kampus, kita tetap menjaga keseimbangan progresif kita untuk belajar bukan sebatas dalam ruangan dan dibatasi dengan waktu. Mari kita pakai teori Ki Hadjar Dewantara, jadikan semua tempat sebagai sekolah dan jadikan semua orang sebagai guru” tuturnya.

Menutup pidatonya, Eston berharap agenda PPAB bukan sebatas ruang serimonial, namun sebagai nomenklatur seorang marhaenis.

“PPAB saat ini bukan sebatas ruang kecil dalam belajar, namun sebagai gambaran besar yang akan diteruskan perjuangannya oleh kaum marhaenis atau para pejuang” cetusnya.

IMG 20260314 WA0020

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Ambon, Walter Masiru dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PPAB adalah ruang belajar awal dan bukan sebuah momen mengejar jumlah anggota GMNI, namun sebagai pembentuk karakter anggota yang loyalis dan berkualitas.

“PPAB bukanlah ajang dimana kita mengejar kuantitas tapi ini ruang dan ajang seleksi untuk menemukan anggota yang memiliki kualitas tinggi” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya teknologi modern, para anggota dan kader GMNI pun harus mampu menghadapi tantangan dan dinamika zaman.

“Anggota dan kader GMNI harus beradaptasi dengan era modernisasi dan teknologi agar mampu bersaing dengan menggunakan AI” pungkasnya.

IMG 20260314 WA0010

Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) IAKN ini diharapkan dapat menciptakan kader yang revolusioner dan berjiwa nasionalisme dan menanamkan prinsip-prinsip marhaenisme sebagai alat perjuangan. (*)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Sabtu, 5 September 2026 - 14:02 WIT

GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Berita Terbaru