Ambon | Maluku.Newsline.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sejajaran Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di RKB pada Sabtu (14/3/2026) dengan mengangkat tema “Memperkuat Solidaritas, Menjunjung Tinggi Nasionalisme dan Menciptakan Anggota Yang Progresif, Revolusioner Dalam Semangat Marhaenisme”.
Pekan Penerimaan Anggota Baru GMNI Se-IAKN ini menjadi momen pertemuan anggota dan kader GMNI di IAKN demi menjaga nilai juang marhaenisme dan memperkuat solidaritas antar anggota dan kader dalam merawat pluralisme.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Ambon dan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Se-kota Ambon serta para marhaenis lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisariat FSKK IAKN, Eston Halamury dalam pidatonya, mengajak para peserta PPAB dan anggota GMNI menjaga perbedaan sebagai simbol nasionalisme yang diciptakan.
“Para peserta PPAB bersama seluruh anggota GMNI harus terus mengutamakan prinsip nasionalisme sebagai fondasi yang kokoh” ujarnya.
Eston juga menegaskan seusai PPAB para anggota pun diharapkan tetap berproses dan menjadi anggota yang progresif revolusioner.
“Saya berharap setelah selesai PPAB, bung dan sarinah harus tetap banyak mendalami ilmu pengetahuan dan menjadi anggota yang selalu aktif dan memiliki loyalitas tinggi” tambahnya.
Ia juga memberikan pandangan dan masukan kepada anggota dan kader GMNI agar selalu bersikap proaktif sebagai mahasiswa yang mencintai dunia akademik dan organisasi serta menjadi cermin terhadap mahasiswa lainnya.
“Sebagai status mahasiswa di dunia kampus, kita tetap menjaga keseimbangan progresif kita untuk belajar bukan sebatas dalam ruangan dan dibatasi dengan waktu. Mari kita pakai teori Ki Hadjar Dewantara, jadikan semua tempat sebagai sekolah dan jadikan semua orang sebagai guru” tuturnya.
Menutup pidatonya, Eston berharap agenda PPAB bukan sebatas ruang serimonial, namun sebagai nomenklatur seorang marhaenis.
“PPAB saat ini bukan sebatas ruang kecil dalam belajar, namun sebagai gambaran besar yang akan diteruskan perjuangannya oleh kaum marhaenis atau para pejuang” cetusnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Ambon, Walter Masiru dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PPAB adalah ruang belajar awal dan bukan sebuah momen mengejar jumlah anggota GMNI, namun sebagai pembentuk karakter anggota yang loyalis dan berkualitas.
“PPAB bukanlah ajang dimana kita mengejar kuantitas tapi ini ruang dan ajang seleksi untuk menemukan anggota yang memiliki kualitas tinggi” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya teknologi modern, para anggota dan kader GMNI pun harus mampu menghadapi tantangan dan dinamika zaman.
“Anggota dan kader GMNI harus beradaptasi dengan era modernisasi dan teknologi agar mampu bersaing dengan menggunakan AI” pungkasnya.
Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) IAKN ini diharapkan dapat menciptakan kader yang revolusioner dan berjiwa nasionalisme dan menanamkan prinsip-prinsip marhaenisme sebagai alat perjuangan. (*)












