Kematian Kopda Muhammad Arwan Suat, Keluarga Desak Investigasi Independen

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALUKU/MALUKU UTARA | Maluku.Newsline.id | Ambon, 01 November 2025 – Keluarga Kopda Muhammad Arwan Suat, anggota Koramil 1510-03/Sanana, Maluku Utara, meminta pihak POMDAM XV/Pattimura dan Polda Maluku Utara melakukan penyelidikan independen terkait kematian almarhum. Permintaan ini muncul karena keluarga menilai sejumlah aspek kematian penuh kejanggalan dan prosedur yang dijalankan kurang transparan.

Pemberitahuan resmi mengenai meninggalnya Kopda Arwan disampaikan melalui Koramil 1510-03/Sanana kepada orang tua dan keluarga yang berdomisili di Desa Batu Merah, Kota Ambon. Namun, keluarga menyatakan kesulitan menghubungi istri almarhum, karena panggilan telepon dan pesan yang dikirim tidak direspons, menimbulkan tanda tanya soal keterbukaan informasi dari pihak militer.

Ketua Ikatan Mahasiswa Elat (IME), Fahry Abean, menegaskan bahwa keluarga menuntut kepastian fakta. “Kita ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jika kematian memang karena sakit atau sebab wajar, mengapa keluarga tidak diberi kesempatan melihat almarhum terakhir kali?” ujar Fahry.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pemakaman yang berlangsung di Sanana tanpa kehadiran anggota keluarga inti menimbulkan kekhawatiran tambahan. Keluarga menilai hal ini melanggar etika kemanusiaan dan prinsip keterbukaan dalam institusi militer, di mana komunikasi yang jelas kepada keluarga seharusnya dijadikan prioritas.

Dari perspektif hukum dan tata kelola, kasus ini menunjukkan urgensi akuntabilitas dan transparansi di lingkungan militer. Prinsip Good Governance menekankan pentingnya lembaga negara bekerja secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab, terutama saat menyangkut nyawa seorang prajurit aktif.

Fahry Abean menambahkan, penutupan informasi dapat menimbulkan keraguan publik terhadap TNI. “Pembentukan tim investigasi independen lintas lembaga penting agar penyelidikan berjalan objektif dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tuntutan keluarga bukanlah tuduhan terhadap pihak manapun, melainkan upaya memastikan keadilan dan transparansi. “Kami yakin TNI dan Polri mampu menegakkan integritas serta keterbukaan dalam setiap proses penyelidikan,” tambah Fahry.

Keluarga berharap semua langkah hukum dan prosedural dilakukan secara profesional. “Kami ingin POMDAM XV/Pattimura dan Polda Maluku Utara menindaklanjuti laporan ini dengan cepat agar misteri kematian Kopda Arwan dapat terungkap,” kata Fahry.

Dukungan juga datang dari sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat di Ambon, yang menekankan hak keluarga untuk memperoleh informasi jelas harus dihormati, meski almarhum berstatus anggota militer aktif.

Pertanyaan utama tetap mengenai penyebab pasti kematian Kopda Arwan. Hingga saat ini, informasi resmi dari pihak militer maupun kepolisian masih terbatas, sehingga berbagai pihak mendesak agar investigasi dilakukan secara bebas dari tekanan eksternal.

Keputusan untuk membentuk tim investigasi independen dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi TNI dan Polri di Maluku Utara.

Keluarga almarhum menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memperoleh kepastian dan ketenangan. Penanganan yang transparan diyakini akan membantu semua pihak, termasuk masyarakat, memahami proses yang dijalankan aparat keamanan. (KP)

 

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pattimura Ambon Resmi Layani Rute Baru Batik Air ke Nabire, Perkuat Konektivitas Maluku–Papua Tengah
GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah
Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Proyek Pelabuhan Tepa Disorot, Mahasiswa Ikut Angkat Suara, Minta APH Usut Dugaan Penyimpangan
Lima Hari Hilang, Nelayan Asal Saparua Ditemukan Meninggal di Waihoka
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:53 WIT

Pattimura Ambon Resmi Layani Rute Baru Batik Air ke Nabire, Perkuat Konektivitas Maluku–Papua Tengah

Kamis, 23 April 2026 - 20:41 WIT

GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 08:14 WIT

Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Berita Terbaru