Ambon | Maluku.Newsline.id – Mahasiswa asal Pulau Masela, Sekaligus Sekertaris Hukum Dan Advokasi Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya. Rian Burolla, menyoroti keterlibatan masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dalam pengembangan proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Ia menilai, proyek strategis nasional tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya dalam aspek penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi daerah.
Menurut Rian, Blok Masela bukan sekadar proyek investasi berskala besar, melainkan bagian dari sejarah panjang pengelolaan kekayaan alam Maluku. Setelah lebih dari dua dekade sejak penemuan cadangan gas tersebut, pembangunan proyek ini seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk warga MBD.
“Blok Masela jangan hanya menghasilkan gas dan investasi besar, tetapi juga harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Anak-anak MBD harus memiliki kesempatan untuk bekerja, mengembangkan kemampuan, dan mengambil bagian dalam pembangunan di daerahnya sendiri,” ujar Rian. Dalam keterangannya yang diterima maluku.newsline.id.com. Kamis, (1/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti proses rekrutmen tenaga kerja pada perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk Petrosea, yang dinilai belum memberikan ruang seimbang bagi masyarakat MBD.
Padahal, apabila pemerintah telah menetapkan MBD sebagai salah satu wilayah prioritas tenaga kerja, komitmen tersebut semestinya diwujudkan melalui akses rekrutmen yang terbuka, program pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga kesempatan kerja bagi putra-putri daerah.
Rian menegaskan, persoalan kompetensi tidak seharusnya hanya menjadi alasan terbatasnya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Menurutnya, pemerintah dan perusahaan juga perlu mengambil tanggung jawab dalam mempersiapkan sumber daya manusia daerah agar mampu memenuhi kebutuhan industri.
“Kalau kompetensi menjadi alasan masyarakat MBD belum terserap, maka pertanyaannya, pelatihan dan sertifikasi apa yang sudah disiapkan untuk anak-anak MBD? Jangan hanya menuntut tenaga kerja lokal memenuhi standar perusahaan, tetapi akses untuk meningkatkan kemampuan mereka juga harus dibuka,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat MBD dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak seharusnya ditempatkan dalam posisi yang saling berhadapan dalam memperjuangkan kesempatan kerja.
Menurutnya, perjuangan masyarakat MBD bukan untuk mengambil hak masyarakat Tanimbar, melainkan mendorong keadilan, transparansi, dan pemerataan manfaat dari proyek strategis nasional tersebut.
Rian berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta perusahaan yang terlibat dalam pengembangan Blok Masela dapat memberikan perhatian serius terhadap keterlibatan masyarakat lokal.
Baginya, keberhasilan proyek Blok Masela tidak hanya dapat diukur dari besarnya nilai investasi dan produksi gas, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat Maluku merasakan manfaat pembangunan tersebut.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat harus diwujudkan melalui penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan UMKM, peningkatan pendapatan, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Jangan sampai Blok Masela dibangun di tanah dan wilayah Maluku, tetapi masyarakat Maluku Barat Daya hanya menjadi penonton. Kami tidak meminta perlakuan istimewa, tetapi kesempatan yang adil dan komitmen nyata agar masyarakat lokal bisa ikut menikmati manfaat pembangunan,” tutup Rian.
Penulis : KB Ambon
Editor : KB Ambon










