Longsor Ancam Finua Sermaf, Warga Mengungsi: Sosok Misterius Tertangkap Kamera Sabtu Sore di Lokasi Bencana

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tual, Maluku.Newsline.id | Pergeseran tanah yang terjadi sejak Kamis, 25 Juni 2025, di kawasan Finua Sermaf, Kota Tual, terus berlanjut hingga Sabtu, 28 Juni 2025. Kawasan hutan yang selama ini menjadi penyangga desa kini telah mengalami retakan dan pergeseran tanah aktif, dengan jarak longsor yang kian mendekat ke permukiman warga, hanya sekitar 600–700 meter.

Kondisi ini memaksa warga mengungsi secara mandiri. Sebagian besar telah berpindah ke rumah keluarga di Desa Tubyal dan ke kebun-kebun mereka yang lebih aman di wilayah Jalan Baru. Karena Sermaf berada di pulau terpisah dari Kota Tual, tidak tersedia akses darat ke lokasi, dan satu-satunya jalur yang memungkinkan hanyalah laut.

Di tengah kondisi darurat itu, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi. Pada Sabtu sore, kamera milik warga yang sedang mendokumentasikan situasi di kawasan hutan longsor secara tidak sengaja menangkap gambar sosok misterius menyerupai manusia. Sosok tersebut tampak mengenakan pakaian putih, berjenggot hitam, dan terlihat seolah sedang berbaring tidur di atas tanah.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu kami ambil gambar, tidak ada orang di situ. Tapi saat kami cek di galeri HP, ada sosok seperti manusia tidur mengenakan baju putih. Jelas terlihat jenggotnya,” tutur salah satu warga Sermaf.

Penampakan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian menganggapnya sebagai tanda alam, sebagian lainnya menilainya sebagai peringatan atau kehadiran spiritual yang tidak bisa dijelaskan secara rasional.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tual dikabarkan telah merespons situasi ini. Rombongan dari Pemkot direncanakan akan menuju lokasi pada Minggu, 29 Juni 2025, menggunakan kendaraan laut jenis spit, karena hanya jalur laut yang memungkinkan untuk menjangkau wilayah terdampak.

“Kami sangat berharap kedatangan pemerintah tidak hanya untuk meninjau, tapi juga membawa solusi. Bantuan logistik dan langkah pencegahan sangat dibutuhkan,” kata salah satu tokoh masyarakat di lokasi pengungsian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BPBD maupun instansi teknis lainnya. Namun warga berharap kunjungan Pemkot Tual besok menjadi awal dari penanganan yang serius dan menyeluruh.

Musibah ini kembali mengingatkan bahwa bencana bukan hanya soal alam yang berubah, tetapi juga tentang bagaimana manusia memaknainya. Penampakan sosok putih di tengah hutan yang retak seolah menjadi simbol bisu—bahwa alam tidak hanya hidup, tapi juga bisa berbicara dalam cara yang tak terduga.

Editor | SS37 | Maluku.Newsline.id

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh
Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik
Jejak Welem Porumau: Dari Kampus di Ambon hingga Panggung Google Indonesia
Biografi Soekarno: Kelahiran, Proklamasi, dan Akhir Hayat
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:59 WIT

Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:47 WIT

Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:05 WIT

Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik

Berita Terbaru