Longsor Landa Sermaf dan Tubyal, Ribuan Pohon Produktif Rusak, Warga Terpaksa Mengungsi

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tual Maluku.Newsline.id | Hujan deras disertai angin kencang sejak Rabu (25/6/2025) sore telah memicu longsor besar di dua desa pesisir di Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, yakni Desa Sermaf dan Desa Tubyal. Longsor yang berlangsung hingga Jumat ini terus meluas dan mulai mengancam permukiman warga.

Menurut laporan dari warga setempat, lebih dari 6.000 pohon produktif, seperti pala, cengkeh, kelapa, sukun, dan sagu, tertimbun material longsor. Kebun-kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat di kedua desa itu kini lenyap tertutup tanah longsor.

“Ini bukan sekadar bencana alam, tapi juga bencana ekonomi bagi kami,” ujar seorang warga Desa Sermaf yang terdampak langsung.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luas area terdampak longsor mencapai sekitar 5 hingga 6 hektar dengan ketinggian timbunan tanah mencapai 9 hingga 10 meter. Berbeda dari bencana sebelumnya yang umumnya menutup akses jalan, longsor kali ini menutupi seluruh kebun warga yang menjadi sumber penghasilan utama.

Akibat kondisi yang memburuk, beberapa ibu-ibu dari Desa Sermaf memilih mengungsi ke wilayah Jalan Baru. Mereka khawatir longsor akan semakin mendekati dan menghancurkan permukiman mereka.

“Saya dan beberapa warga mengungsi karena takut longsor masuk ke rumah kami,” kata salah seorang ibu pengungsi.

Meski demikian, sebagian warga lainnya masih bertahan di lokasi bencana. Mereka berusaha menjaga kebun dan harta benda mereka meski harus menghadapi risiko yang sangat tinggi. Beberapa warga bahkan memanjat tebing menggunakan tali seadanya untuk memantau kondisi kebun mereka.

Warga tersebut menyesalkan lambatnya respons pemerintah daerah dalam menangani bencana ini. “Sudah empat hari ini kami menunggu. Belum ada alat berat, belum ada tim tanggap darurat, apalagi bantuan logistik. Kami hanya saling bantu antarwarga,” tuturnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Tual, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) segera turun tangan dengan langkah-langkah nyata, seperti mengirim alat berat, menyiapkan tim evakuasi, menyediakan bantuan logistik, serta merancang mitigasi bencana jangka panjang.

  Sumber : Keterangan warga                        Editor : SS37 | Maluku.Newsline.id

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pattimura Ambon Resmi Layani Rute Baru Batik Air ke Nabire, Perkuat Konektivitas Maluku–Papua Tengah
GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah
Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Proyek Pelabuhan Tepa Disorot, Mahasiswa Ikut Angkat Suara, Minta APH Usut Dugaan Penyimpangan
Lima Hari Hilang, Nelayan Asal Saparua Ditemukan Meninggal di Waihoka
Nelayan Malteng yang Hilang Akhirnya Ditemukan Selamat, SAR Ditutup
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:53 WIT

Pattimura Ambon Resmi Layani Rute Baru Batik Air ke Nabire, Perkuat Konektivitas Maluku–Papua Tengah

Kamis, 23 April 2026 - 20:41 WIT

GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 08:14 WIT

Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Berita Terbaru