Tual Maluku.Newsline.id | Hujan deras disertai angin kencang sejak Rabu (25/6/2025) sore telah memicu longsor besar di dua desa pesisir di Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, yakni Desa Sermaf dan Desa Tubyal. Longsor yang berlangsung hingga Jumat ini terus meluas dan mulai mengancam permukiman warga.
Menurut laporan dari warga setempat, lebih dari 6.000 pohon produktif, seperti pala, cengkeh, kelapa, sukun, dan sagu, tertimbun material longsor. Kebun-kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat di kedua desa itu kini lenyap tertutup tanah longsor.
“Ini bukan sekadar bencana alam, tapi juga bencana ekonomi bagi kami,” ujar seorang warga Desa Sermaf yang terdampak langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Luas area terdampak longsor mencapai sekitar 5 hingga 6 hektar dengan ketinggian timbunan tanah mencapai 9 hingga 10 meter. Berbeda dari bencana sebelumnya yang umumnya menutup akses jalan, longsor kali ini menutupi seluruh kebun warga yang menjadi sumber penghasilan utama.
Akibat kondisi yang memburuk, beberapa ibu-ibu dari Desa Sermaf memilih mengungsi ke wilayah Jalan Baru. Mereka khawatir longsor akan semakin mendekati dan menghancurkan permukiman mereka.
“Saya dan beberapa warga mengungsi karena takut longsor masuk ke rumah kami,” kata salah seorang ibu pengungsi.
Meski demikian, sebagian warga lainnya masih bertahan di lokasi bencana. Mereka berusaha menjaga kebun dan harta benda mereka meski harus menghadapi risiko yang sangat tinggi. Beberapa warga bahkan memanjat tebing menggunakan tali seadanya untuk memantau kondisi kebun mereka.
Warga tersebut menyesalkan lambatnya respons pemerintah daerah dalam menangani bencana ini. “Sudah empat hari ini kami menunggu. Belum ada alat berat, belum ada tim tanggap darurat, apalagi bantuan logistik. Kami hanya saling bantu antarwarga,” tuturnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Tual, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) segera turun tangan dengan langkah-langkah nyata, seperti mengirim alat berat, menyiapkan tim evakuasi, menyediakan bantuan logistik, serta merancang mitigasi bencana jangka panjang.
Sumber : Keterangan warga Editor : SS37 | Maluku.Newsline.id












