Surabaya, Jawa Timur,Maluku.Newline.id | Suasana penuh duka menyelimuti Aula KH Hasyim Asy’ari, Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, ketika ratusan jamaah memadati ruangan untuk mengikuti doa bersama dan tahlil akbar mengenang para santri korban runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny. Acara ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap keluarga besar pesantren yang tengah berduka atas musibah tragis yang terjadi beberapa hari lalu.
Kegiatan yang diwarnai lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa tahlil ini berlangsung khidmat sejak sore hingga malam. Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, serta perwakilan pemerintah turut hadir untuk memberikan dukungan moral. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol bahwa duka yang dirasakan para keluarga korban bukanlah milik mereka sendiri, melainkan duka seluruh bangsa Indonesia.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, hadir secara langsung mewakili Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan pesan duka cita mendalam dari Presiden kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan terus memberikan pendampingan hingga para keluarga benar-benar pulih dari trauma.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Presiden Prabowo menyampaikan rasa duka yang mendalam. Negara hadir untuk memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan haknya, baik secara materiil maupun psikologis,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya di hadapan para jamaah dan pengasuh pondok pesantren.
Selain menyampaikan pesan belasungkawa, Gus Ipul juga menyerahkan secara simbolis santunan kepada 17 ahli waris korban. Masing-masing keluarga menerima bantuan senilai Rp15 juta, disertai paket sembako dan nutrisi tambahan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
Kementerian Sosial juga menyiapkan tim khusus untuk memberikan layanan psikososial bagi para keluarga korban, terutama anak-anak santri yang masih mengalami trauma. Melalui program ini, para pendamping sosial akan mendampingi mereka agar kembali semangat menjalani kehidupan dan kegiatan belajar di pesantren.
Tidak hanya itu, Kemensos berencana memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung keluarga. Program ini mencakup pelatihan keterampilan, modal usaha mikro, serta akses terhadap lembaga keuangan agar mereka dapat kembali mandiri secara ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turut membantu proses evakuasi, penanganan darurat, serta penyelenggaraan doa bersama. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial sebagai nilai luhur bangsa yang harus terus dijaga di tengah ujian seperti ini.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Al-Khoziny, KH Ahmad Khozin, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan masyarakat atas perhatian dan doa yang diberikan. Menurutnya, kehadiran berbagai pihak memberikan kekuatan moral bagi keluarga besar pesantren untuk tetap tegar menghadapi ujian berat ini.
“Musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk semakin memperkuat iman dan persaudaraan. Kami merasa tidak sendiri, karena banyak pihak yang peduli dan datang memberikan dukungan,” ungkap KH Ahmad dengan suara bergetar di hadapan para jamaah.
Doa dan tahlil yang dipimpin langsung oleh sejumlah kiai besar Jawa Timur itu diakhiri dengan pembacaan doa keselamatan bagi seluruh santri dan guru yang masih menjalani perawatan. Para peserta terlihat menitikkan air mata, mengenang kebersamaan dengan para santri yang telah mendahului mereka.
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh haru itu menjadi momentum kebersamaan sekaligus pengingat bagi semua pihak bahwa musibah bukanlah akhir dari segalanya. Pemerintah dan masyarakat berkomitmen untuk terus bergandengan tangan memulihkan kehidupan keluarga korban, sekaligus memperkuat sistem keamanan bangunan di lembaga pendidikan pesantren agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.(SS37)












