Pulau Kur Dilanda Longsor Sejak 25 Juni, Ratusan Pohon Produktif Tumbang: Warga Desak Pemkot Tual Segera Bertindak

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tual, Maluku.Newsline.id — Sejak Rabu, 25 Juni 2025, tanah longsor melanda Pulau Kur, wilayah administratif Kota Tual, mengakibatkan kerusakan luas di lahan pertanian serta mengancam keselamatan warga. Hingga Sabtu malam, 28 Juni, belum ada penanganan serius dari Pemerintah Kota Tual, sementara kondisi di lapangan semakin memburuk.

Longsoran tersebut diperkirakan merusak lahan seluas 7 hingga 8 hektare, dengan ketinggian mencapai 9 hingga 10 meter. Lebih dari 600 pohon produktif — seperti kenari, pala, cengkeh, kelapa, dan sukun — tertimbun, dan 99 persen di antaranya dipastikan mati. Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi ekonomi warga Pulau Kur.

“Tanaman-tanaman itu bukan sekadar hasil bumi, tapi sumber hidup kami. Sekarang semuanya tertimbun tanah,” ujar seorang warga, Sabtu malam (28/6/2025), saat dihubungi redaksi.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan tanah yang terus terjadi kini mendekati kawasan permukiman di Desa Sermaf dan Desa Tubyal, membuat sebagian warga — terutama ibu-ibu dan anak-anak — mengungsi ke Jalan Baru, demi menghindari potensi longsor susulan yang lebih besar.

Bapak Gani Letsoin, tokoh masyarakat Pulau Kur, yang turut memantau situasi dari dekat, menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinan atas belum hadirnya tindakan nyata dari pemerintah.

“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat berjaga di tengah ketidakpastian. Mereka hanya berharap pemerintah hadir secara nyata,” ucapnya.

Gani berharap Pemerintah Kota Tual segera mengambil langkah cepat dan konkret, termasuk mengirim tim peninjau ke lapangan, melakukan evakuasi darurat jika diperlukan, serta menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.

“Jangan biarkan masyarakat berjalan sendiri dalam menghadapi bencana ini. Pemerintah harus hadir, karena inilah wujud tanggung jawab dan kepemimpinan yang sesungguhnya,” tutup Gani dengan nada penuh harap.

Narasumber : GL          
Editor |SS37
Media : Maluku.Newsline.id

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pattimura Ambon Resmi Layani Rute Baru Batik Air ke Nabire, Perkuat Konektivitas Maluku–Papua Tengah
GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah
Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Proyek Pelabuhan Tepa Disorot, Mahasiswa Ikut Angkat Suara, Minta APH Usut Dugaan Penyimpangan
Lima Hari Hilang, Nelayan Asal Saparua Ditemukan Meninggal di Waihoka
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:53 WIT

Pattimura Ambon Resmi Layani Rute Baru Batik Air ke Nabire, Perkuat Konektivitas Maluku–Papua Tengah

Kamis, 23 April 2026 - 20:41 WIT

GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 08:14 WIT

Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Berita Terbaru