Ambon | Maluku.Newsline.id – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Drs. Junus Kwelju, M.Si, secara resmi melepas dua mahasiswa untuk mengikuti program magang di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 12.01 WIT. Pelepasan tersebut berlangsung di ruang dosen Fakultas FISIP UKIM, disaksikan sejumlah staf akademik dan rekan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Junus Kwelju menjelaskan bahwa kedua mahasiswa yang diberangkatkan terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki. Keduanya akan melaksanakan kegiatan magang di Fraksi Partai Gerindra DPR RI di Jakarta. “Kami berharap, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kerja legislatif di tingkat nasional,” ujar Dekan saat ditemui Maluku.Newsline.id di ruang kerjanya.
Menurutnya, penentuan waktu pelaksanaan magang telah disesuaikan dengan jadwal kegiatan DPR RI. “Karena masa reses akan dimulai pada Desember, maka kami sepakat pelaksanaan magang dimulai 3 November hingga 15 Desember 2025,” jelas Junus Kwelju.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keberangkatan dua mahasiswa ini difasilitasi langsung oleh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Alimudin Kolatlena, yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Maluku. “Kedua mahasiswa ini akan membantu tugas-tugas Fraksi Gerindra, khususnya mendukung aktivitas Bapak Alimudin Kolatlena di komisi yang membidangi urusan keagamaan, serta berkoordinasi dengan sekretariat DPR RI,” ungkapnya.
Dekan FISIP UKIM menegaskan bahwa pemilihan DPR RI sebagai lokasi magang bukan tanpa alasan. Ia menilai lembaga legislatif tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung proses pembuatan kebijakan dan legislasi di tingkat nasional. “Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana kebijakan publik dibentuk dan diperjuangkan demi kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Junus Kwelju menyampaikan bahwa pengalaman magang di DPR RI juga merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa FISIP UKIM. “Mahasiswa perlu keluar dari zona nyaman, melihat bagaimana kehidupan sosial-politik berkembang di luar Ambon, khususnya di ibu kota negara,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter dan profesionalisme selama mengikuti program magang. “Mahasiswa harus menjaga nama baik almamater. Sikap, perilaku, dan etika kerja kalian akan mencerminkan kualitas UKIM. Buktikan bahwa mahasiswa FISIP UKIM mampu bersaing secara intelektual dan moral dengan kampus lain,” pesan Dekan tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Junus Kwelju juga menyampaikan apresiasi kepada Alimudin Kolatlenaatas kontribusinya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Maluku. “Sejak keberangkatan dari kampus, seluruh fasilitas mahasiswa telah ditanggung oleh Bapak Alifudin Kolatlena. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian beliau terhadap pendidikan anak daerah,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Tak hanya itu, Dekan juga memberikan ucapan terima kasih kepada Carles Hutabara, yang turut membantu membuka peluang kerja sama antara UKIM dan lembaga legislatif. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Carles Hutabara yang telah membantu kami menjalin komunikasi dengan pihak DPR RI. Harapan kami, program magang seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.
Junus Kwelju menegaskan bahwa ke depan FISIP UKIM berkomitmen memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. “Kami terus mendorong agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis di lapangan,” jelasnya.
Dengan dilepasnya dua mahasiswa FISIP UKIM tersebut, pihak fakultas berharap agar kegiatan magang ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Program magang ke DPR RI ini diharapkan mampu membentuk generasi muda Maluku yang kritis, berwawasan luas, dan berkomitmen terhadap pembangunan bangsa.
Pelepasan dua mahasiswa FISIP UKIM untuk magang di DPR RI menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia politik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.
(MN-MS)










