Pembersihan Kipas Angin Secara Rutin Dapat Mencegah Alergi Udara

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang,newsline.id- Musim kemarau yang melanda wilayah Pemalang terutama di bagian utara dekat jalur Pantai Utara (Pantura) membuat suhu panas meningkat hingga sampai 34 derajat Celsius. Untuk mengatasi panas banyak warga sekitar Pantura menggunakan mesin pendingin ruangan atau biasa disebut Air Condition atau AC bagi warga yang mampu. Untuk kalangan menengah ke bawah, karena biaya pengoperasian AC mahal, mereka banyak menggunakan kipas angin.

Penggunaan kipas angin secara terus menerus bisa menyebabkan kerusakan atau menurunkan kemampuan kipas angin. Seperti yang dialami seorang ibu bernama Lexa (30) , warga Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, Pemalang.

Setiap hari, terutama saat kemarau, ia menggunakan 2 kipas angin untuk mendinginkan udara di kamar tidurnya, karena ada anak kecilnya tidak tahan dengan hawa panas.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada suatu saat, Lexa merasakan hal aneh pada salah satu kipas angin miliknya. Meski sudah diputar pada level 3, tetap saja tidak menghasilkan udara sejuk malah cenderung panas.

“Saya bersihkan kipas angin sama sarangannya (penutup kipas) setiap satu minggu sekali. Tapi kok malah tambah panas walaupun sudah di stel pada level 3,” ungkap Lexa.

Ia penasaran. Ibu muda yang juga alumni STM Mesin itu membongkar semua bagian yang ada di dalam kipas angin.

Betapa terkejutnya ia setelah mendapati pada seluruh bagian mesin dan dinamo kipas, banyak ditempeli debu tebal. Bahkan terlihat seperti plastik yang terbakar.

“Kipas angin dibongkar untuk dibersihkan ternyata isinya debu yang melekat dan seluruh kotoran menempel di bagian dalam. Termasuk pada bilah dan rangka,” katanya. Ia lalu membayangkan, bagaimana kalau debu itu nempel di paru-paru kita.

Pentingnya pembersihan rutin kipas angin

Menjaga kebersihan dan kinerja kipas angin mutlak diperlukan. Terutama debu dan kotoran yang menempel pada bilah kipas karena adanya gerakan kipas yang menyedot partikel debu di udara.

Kotoran dan debu yang menempel dapat mengurangi efisiensi kipas angin, menghasilkan suara yang lebih berisik, dan bahkan dapat berterbangan ke dalam ruangan. Ini bisa memicu risiko kesehatan seperti alergi atau asma.

Cara mudah membersihka kipas angin adalah dengan mencabutnya dari sumber listrik, kemudian menggunakan campuran cuka, baking soda, dan sabun untuk melunakkan debu dan kotoran, lalu bersihkan dengan kain lembut atau kuas kecil.

Lakukan pembersihan itu secara teratur sekali seminggu atau dua minggu. Cara ini akan mencegah penumpukan debu dan kotoran yang berlebihan dalam kipas angin Anda. (Ragil).

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendopo Bupati Tak Pernah Ditempati, Pemuda Bursel Soroti Komitmen La Hamidi
Tokoh Pemuda Desa Depur Nilai Pejabat Desa Salah Fokus
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Kemanusiaan di Kota Ambon
Ketum PP GMKI Prima Surbakti Ajak GMKI Ambon Hadapi Efisiensi Anggaran dengan Kreativitas dan Gotong Royong
Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak
Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak
IKHSO Ambon Desak Polres MBD Copot Kapospol Pulau Roma atas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga
GEMA-MBD Desak Pemprov dan DPRD Maluku Buka Hasil Investigasi Insiden Tongkang Patah PT BTR di Pulau Wetar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:56 WIT

Pendopo Bupati Tak Pernah Ditempati, Pemuda Bursel Soroti Komitmen La Hamidi

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:43 WIT

Tokoh Pemuda Desa Depur Nilai Pejabat Desa Salah Fokus

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:04 WIT

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Kemanusiaan di Kota Ambon

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:37 WIT

Ketum PP GMKI Prima Surbakti Ajak GMKI Ambon Hadapi Efisiensi Anggaran dengan Kreativitas dan Gotong Royong

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:25 WIT

Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak

Berita Terbaru