Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. MBD | Maluku.Newsline.id — Pulau Luang, salah satu pulau terluar di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dipastikan tidak lagi masuk dalam jaringan trayek Kapal Sabuk Nusantara (Sanus) pada tahun 2026. Hilangnya trayek yang selama ini menjadi sarana utama transportasi laut masyarakat setempat memicu kekhawatiran serius terkait akses layanan dasar dan aktivitas ekonomi warga.

Berdasarkan informasi trayek Sanus 2026, rute yang sebelumnya melayani Pulau Luang melalui Sanus 104, Sanus 87, dan Sanus 34 tidak lagi mencantumkan pulau tersebut sebagai pelabuhan singgah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai proses pengambilan keputusan serta sejauh mana pemerintah daerah telah memperjuangkan kepentingan wilayah kepulauan.

Jesrinto Malders Kay, mahasiswa asal Pulau Luang sekaligus Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD), menilai belum terlihat adanya sikap resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten MBD menyikapi penghapusan trayek tersebut.
“Ketika trayek Sanus dihapus dari Pulau Luang, masyarakat tidak mendengar adanya pernyataan atau langkah tegas dari pemerintah daerah. Padahal, transportasi laut merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat pulau terluar,” ujar Jesrinto, Jumat (02/01/2026).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, bagi warga Pulau Luang, kapal perintis bukan sekadar sarana transportasi tambahan, melainkan penghubung utama untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, kebijakan penghapusan trayek dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap stabilitas sosial, kesejahteraan, dan perekonomian masyarakat.

Jesrinto juga menyoroti belum adanya kajian terbuka yang melibatkan masyarakat sebelum penetapan trayek Sanus 2026 dilakukan. Menurutnya, partisipasi publik sangat penting agar kebijakan transportasi benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Kami berharap ada kajian yang komprehensif dan melibatkan masyarakat. Keputusan yang lahir dari proses birokrasi perlu diuji dengan realitas kehidupan warga pulau,” katanya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap persoalan tersebut, GEMA MBD mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya untuk segera mengambil langkah resmi dengan menyurati Kementerian Perhubungan RI guna meninjau ulang trayek Sanus 2026. Selain itu, DPRD Kabupaten MBD diharapkan menjalankan fungsi pengawasan melalui pemanggilan pihak terkait serta membuka ruang dengar pendapat publik.

Alternatif layanan transportasi laut juga dinilai perlu dipersiapkan apabila trayek lama tidak dapat dipulihkan, guna menjamin konektivitas Pulau Luang secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pengambilan kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar mereka menjadi poin penting yang ditekankan.
“Pulau Luang bukan wilayah pinggiran yang bisa diabaikan. Masyarakat berharap negara dan pemerintah daerah hadir melalui kebijakan yang adil dan responsif,” tutup Jesrinto.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya belum memberikan keterangan resmi terkait penghapusan trayek Kapal Sabuk Nusantara ke Pulau Luang pada tahun 2026. (KB-AMBON)

Penulis : Melris Salmanu

Editor : Eston Halamury

Sumber Berita: Maluku.Newsline.id

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa
Pekerja Pustu Oirleli Tuntut Kepastian Upah, Pembayaran Disebut Tertunda Berbulan-bulan
SMPN 5 PP Terselatan Hidupkan HUT RI di Kepulauan Roma lewat Drama Detik-Detik Proklamasi Berdialog Daerah
Pemerintah Desa Hila Petakan Potensi dan Ancaman Laut Pulau Roma
IKHSO Ambon Resmi Mulai Pengabdian Masyarakat Ke-V di Desa Hila, Fokus pada Edukasi dan Pemberdayaan Warga
GEMA MBD, GML, Pemda dan PMI MBD Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Pulau Letti
Letti Hijau Dimulai, Pemda MBD Bersama Mahasiswa Menyiapkan Penghijauan di Seluruh Desa
Pemda MBD Dukung Penuh Pengabdian GEMA MBD dan GML untuk Masyarakat Pulau Letti
Berita ini 287 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 00:05 WIT

Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:19 WIT

Pekerja Pustu Oirleli Tuntut Kepastian Upah, Pembayaran Disebut Tertunda Berbulan-bulan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:17 WIT

SMPN 5 PP Terselatan Hidupkan HUT RI di Kepulauan Roma lewat Drama Detik-Detik Proklamasi Berdialog Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:12 WIT

Pemerintah Desa Hila Petakan Potensi dan Ancaman Laut Pulau Roma

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:27 WIT

IKHSO Ambon Resmi Mulai Pengabdian Masyarakat Ke-V di Desa Hila, Fokus pada Edukasi dan Pemberdayaan Warga

Berita Terbaru