2 Tahun Jaringan XL Mati Total, Warga Desa Hila Minta Perhatian Pemda MBD

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBD | Maluku.Newsline.id – Warga Desa Hila, Kecamatan Kepulauan Roma, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mengeluhkan gangguan jaringan telekomunikasi XL Axiata yang terjadi secara berkepanjangan hingga tidak dapat digunakan.

Jaringan tersebut merupakan bagian dari pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dalam program Universal Service Obligation (USO) yang di hadirkan oleh pemerintah melalui BAKTI kominfo, bekerja sama dengan XL Axiata. Program ini bertujuan menghadirkan layanan internet 4G di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Kepulauan Roma sejak 2021.

Namun, khusus di Desa Hila, layanan yang diharapkan menunjang konektivitas masyarakat justru dinilai tidak berfungsi. Warga menyebut jaringan telah lama mengalami gangguan tanpa perbaikan yang jelas.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lama jaringan XL di sini mati total. Kondisi ini terjadi berulang-ulang tanpa ada perbaikan permanen,” ujar salah satu warga desa hila di ambon Agus Louk. Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jaringan tersebut tidak aktif sejak sekitar Mei atau Juni 2024 hingga saat ini. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi hingga akses informasi yang kini sangat bergantung pada jaringan internet.

Desa Hila sendiri memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya desa di Pulau Roma yang memiliki pelabuhan laut (dermaga). Akibat gangguan jaringan, tidak hanya warga setempat yang terdampak, tetapi juga para penumpang dan aktivitas distribusi logistik yang singgah di wilayah tersebut.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan masyarakat desa, tetapi juga penumpang  yang hari ini singgah di Pulau Roma karena akses komunikasi terhambat,” katanya.

Di sisi lain, warga menilai kondisi jaringan di wilayah lain yang menggunakan Telkomsel cenderung lebih stabil dan dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jaringan yang berfungsi dengan baik memungkinkan masyarakat tetap terhubung, baik untuk komunikasi, akses informasi, maupun aktivitas ekonomi dan pendidikan berbasis digital.

“Di desa lain yang sudah pakai jaringan yang lebih stabil, aktivitas masyarakat berjalan lancar. Anak-anak bisa belajar, dan masyarakat juga bisa akses informasi dengan mudah,” ungkap Agus.

Stabilitas jaringan tersebut dinilai memberikan dampak positif, seperti kelancaran transaksi kecil, kemudahan nelayan memperoleh informasi cuaca dan harga pasar, hingga mendukung kegiatan belajar daring. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Desa Hila yang hingga kini belum memiliki akses jaringan yang memadai.

“Yang rusak saja tidak diperbaiki, apalagi diganti dengan yang baru,” keluhnya.

Masyarakat Desa Hila berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), segera mengambil langkah konkret. Perbaikan jaringan yang ada atau pengalihan layanan ke operator lain menjadi harapan utama warga.

Warga menegaskan, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mereka berhak memperoleh akses internet yang layak, mengingat wilayah pulau roma mupakan wilayah yang di kategorikan sebagai wilayah 3T ,terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan digital saat ini.

Hingga berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah kabupaten Maluku Barat daya di bahwa dinas kominfo terkait dengan keluhan masyarakat tersebut.(*)

Penulis : Melris Salmanu

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMGPM Cabang Eden Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Lewat Kampanye Bebas Sampah
Masyarakat dan Staf Adat Desa Hila Pasang Sasi Adat, Desak PT GBU Hentikan Aktivitas
Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa
Pekerja Pustu Oirleli Tuntut Kepastian Upah, Pembayaran Disebut Tertunda Berbulan-bulan
Pemerintah Desa Hila Petakan Potensi dan Ancaman Laut Pulau Roma
IKHSO Ambon Resmi Mulai Pengabdian Masyarakat Ke-V di Desa Hila, Fokus pada Edukasi dan Pemberdayaan Warga
GEMA MBD, GML, Pemda dan PMI MBD Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Pulau Letti
Letti Hijau Dimulai, Pemda MBD Bersama Mahasiswa Menyiapkan Penghijauan di Seluruh Desa
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:56 WIT

AMGPM Cabang Eden Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Lewat Kampanye Bebas Sampah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:08 WIT

Masyarakat dan Staf Adat Desa Hila Pasang Sasi Adat, Desak PT GBU Hentikan Aktivitas

Jumat, 4 September 2026 - 00:05 WIT

Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:19 WIT

Pekerja Pustu Oirleli Tuntut Kepastian Upah, Pembayaran Disebut Tertunda Berbulan-bulan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:12 WIT

Pemerintah Desa Hila Petakan Potensi dan Ancaman Laut Pulau Roma

Berita Terbaru