Ambon | Maluku.Newsline.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-kota Ambon melakukan aksi kemanusiaan bersifat galang dana untuk warga yang terdampak konflik horisontal di Kabupaten Aru Tengah yang terjadi pada (1/1/2026) dan mengakibatkan 26 rumah terbakar, 2 orang tewas, dan 27 luka-luka. Akibat itulah yang membuat reaksi puluhan mahasiswa di kota Ambon menggelar aksi galang dana sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas.
Aksi ini berlangsung sekitar pukul 10.00-15.30 WIT. Aksi galang dana tersebut berjalan dibeberapa titik lampu merah kota Ambon.
Berbagai mahasiswa dari sejumlah daerah di Maluku pun turut hadir dan membantu menjalankan galang dana tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Lapangan, Agustinus Rungun, mengatakan bahwa aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan untuk mendapatkan dana agar bisa disumbangkan langsung ke masyarakat Aru Tengah.
“Kami melakukan aksi ini berdasarkan aksi kemanusiaan untuk melakukan galang dana bagi masyarakat yang terdampak konflik di Langur dan Apara,” ujar Rungun saat diwawancarai, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, aksi yang dilakukan hanya di beberapa titik yang sudah ditentukan bersama.
“Mungkin hari ini ada beberapa titik tempuh yaitu di Gong Perdamaian dan mesjid Al-fatah,” lanjutnya.
Rungun juga berharap masyarakat kota Ambon dapat memberikan kontribusi bersama kepada masyarakat Longar dan Abara sebagai rasa kepedulian orang Maluku yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat kota Ambon untuk membantu masyarakat kami yang sangat membutuhkan bantuan daripada bapak ibu” pintanya.
Setelah beberapa titik yang ditentukan masa aksi melakukan galang dana, mereka terus melakukan Long March menuju pasar mardika dan terus mengumandangkan ajakan berdonasi bersama dari kota Ambon untuk Longar dan Abara. (EH)
Penulis : Eston Halamury











