Ambon | Maluku.Newsline.id – Salah satu organisasi paguyuban Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (Gema Penu Setara) kembali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 tahun pada (26/4/2026) di sekretariat Gema Penu Setara.
Acara ini berlangsung sekitar pukul 18.00 WIT yang diawali dengan ibadah syukur HUT Gema Penu Setara ke-11 tahu, dipimpin oleh Pdt. Selvia Makualaina, S, si teol, dengan mengajak para kader Gema Penu Setara tetap setia dan tekun pada setiap proses yang dilalui.
“Seluruh kader Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara harus merawat kesetiaan dan ketekunan dalam belajar untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia sesuai ajakan firman Tuhan” ujar Makualaina dalam khotbahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat khotbahnya pun, Makualaina sempat menceritakan secara singkat perjalanan organisasi Gema Penu Setara sejak tahun 2012 hingga disepakati bersama pada 26 April 2015 dalam satu keputusan.
Ia juga menegaskan akan pentingnya kesadaran moralitas yang harus ditanamkan.
“Perjuangan kita hari ini banyak, oleh karena itu saya mengajak adik-adik semua agar berjuang di bidang akademik maupun dimana saja harus mengingat jerih payah daripada orang tua yang selalu menopang dan memberi dukungan” tegasnya.
Usai ibadah syukur HUT Gema Penu Setara ke-11 tahun, acara perayaan Dies Natalis pun ditandai dengan bakar dan tiup lilin hingga makan patitah (makan bersama) sebagai simbol kebersamaan dan hidop orang basudara.
Ketua Umum Gema Penu Setara masa bakti 2025-2026, Simon Maloy menegaskan implementasi pencapaian visi dan misi daripada organisasi Gema Penu Setara terhadap masyarakat pegunungan Seram Utara yang terisolir.
“Realitas masyarakat pegunungan Seram Utara hari ini masih dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera, oleh karena itu kita sebagai generasi muda yang inovatif harus mampu mengaplikasikan setiap keterampilan kita sebagai wujud daripada tujuan organisasi ini demi masa depan masyarakat pegunungan Seram Utara” ucapnya saat diberikan pidato singkat.
Menurutnya, usia organisasi Gema Penu Setara ke-11 tahun ini bukanlah usia yang harus disamakan dengan usia manusia melainkan perjalanan panjang yang telah dilalui selama satu dekade.
“Kita telah masuk pada usia yang baru setelah satu dekade telah kita lewati dan hari ini kita memperingatinya sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan kita dalam merawat organisasi ini” tambahnya.
Sementara itu, Stevi Ilela yang mewakili senioritas Gema Penu Setara menekankan giat belajar yang masif dalam organisasi khususnya kader Gema Penu Setara yang sementara berproses di bangku perkuliahan.
“Tekun belajar harus tetap dilakukan oleh setiap kader Gema Penu Setara dalam menjawab tantangan SDM di pegunungan Seram Utara yang hari ini arah dan masa depannya ditentukan oleh kita sebagai pewaris peradaban” cetusnya.
Ia juga mengajak para kader terlibat aktif dalam setiap kegiatan organisasi manapun untuk mendapatkan ruang atau suasana belajar yang baru.
“Kalian semua jangan hanya terlihat dalam satu organisasi, tapi harus berpencar mencari ilmu pengetahuan yang sebanyak-banyaknya” pungkasnya.
Penulis : Eston Halamury













