Tinjau Lokasi Darurat Abrasi, Bupati Aru Tegaskan Pelarangan Galiam C Ilegal

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar Bupati Aru (kana) bersama DLH, pada saat menijau lokasi rawan abrasi di sekitaran Tanjung Lampu, Kota Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kepulauan Aru, Maluku. Senin (6/4/2026).
Foto : Mn/Ar

Tangkapan Layar Bupati Aru (kana) bersama DLH, pada saat menijau lokasi rawan abrasi di sekitaran Tanjung Lampu, Kota Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kepulauan Aru, Maluku. Senin (6/4/2026). Foto : Mn/Ar

Dobo | Maluku.Newsline.id – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aru meninjau kawasan pesisir terdampak abrasi di kawasan pesisir utara kota Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kepulauan Aru, Maluku, pada Senin (6/4/2026).

Dalam kunjungannya, Kaidel menegaskan, tidak adanya toleransi aktivitas pertambangan galian C ilegal di pesisir Dobo.

Sebelumnya, Bupati Aru telah mengeluarkan surat edaran tentang Pelarangan Galian C (pasir dan batu) ilegal wilayah pesisir kota Dobo. Tertanggal 28 Juli 2025, lalu.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus, talud yang berperan melindungi kawasan pesisir akan kembali rusak ketika pasir terus diambil,” kata Kaidel.

Ia menjelaskan, biaya yang akan dikeluarkan lebih besar dibanding pendapatan warga dari penjualan batu dan pasir.

“Pemerintah harus mengeluarkan biaya miliaran rupiah untuk biaya perbaikan talud, ini kerugian besar bagi daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, semua pihak harus ditertibkan, ketika ada yang dibebaskan berarti warga yang lain akan mengikuti.

Dalam kesempatan itu, Bupati menginsttruksikan DLH melakukan penindakan secara tegas terhadap penambangan ilegal.

IMG 20260408 WA0010
Aksi warga penambang pasir yang dihentikan, pada Selasa (31/3/2026). Foto: Mn/Ar

Sementara itu, dalam aksi di kantor DPRD Aru, pada Selasa (31/3/2026) warga menyatakan kekecawaan terhadap Bupati Aru.

“Kami merasa tertipu dengan janji Bupati yang telah menjanjikan kami lapangan pekerjaan,” kata seorang warga kepada sejumlah anggota DPRD.

Ditegaskan bahwa, warga akan menanti kedatangan Bupati agar meminta kejelasan lapangan pekerja yang dijanjikan oleh Bupati setelah menghentikan penambangan batu dan pasir.

Tuntutan yang disampaikan oleh warga akhirnya diterima oleh Komisi III (tiga) DPRD dan akan ditindak-lanjuti bersama Pemda.(**)

Penulis : Anike Rorafuy

Editor : Melris Salmanu

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku
Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka
11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela
Warga Pasang Sasi di Lokasi Tambang Dobo, DLH Aru Dituding Tebang Pilih
Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa
GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh
Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:29 WIT

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:21 WIT

Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIT

11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIT

Warga Pasang Sasi di Lokasi Tambang Dobo, DLH Aru Dituding Tebang Pilih

Jumat, 4 September 2026 - 00:05 WIT

Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa

Berita Terbaru