Ambon | Maluku.Newsline.id – 1 November 2025 Bentrok antar mahasiswa kembali terjadi di lingkungan pendidikan tinggi. Kali ini insiden berlangsung di Kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) pada Sabtu malam, 1 November 2025. Kejadian itu diduga dipicu oleh masalah pribadi dan dendam lama antar kelompok mahasiswa yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan.
Berdasarkan keterangan saksi mata berinisial AA, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIT di area kampus UKIM, kawasan Talake, Kota Ambon. Ia menyebutkan, sejumlah mahasiswa fakultas teknik menjadi korban dalam insiden itu setelah dikeroyok oleh kelompok mahasiswa lain.
Saksi mengatakan, situasi di sekitar kampus sempat mencekam ketika beberapa mahasiswa mencoba melerai pertikaian namun ikut terkena pukulan. “Awalnya hanya adu mulut, tapi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat peristiwa itu, beberapa mahasiswa mengalami luka ringan dan langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekan mereka sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, sejumlah dosen UKIM segera melaporkan insiden itu ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease pada malam yang sama, Sabtu (1/11/2025). Pihak kampus berharap agar aparat penegak hukum dapat segera menelusuri motif dan pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian dan mengumpulkan barang bukti. Polisi juga memeriksa beberapa saksi dari kalangan mahasiswa dan staf kampus untuk memperkuat hasil penyelidikan awal.
Kapolresta Ambon, melalui keterangan singkatnya, membenarkan adanya laporan bentrok antar mahasiswa di lingkungan UKIM. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data dan memastikan tidak ada tindakan balasan dari kelompok mahasiswa lain.
“Kami sedang mendalami motif di balik kejadian ini. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan dan jika terbukti bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu perwira Polresta yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak rektorat UKIM belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut. Menurut informasi internal, kejadian berlangsung di luar jam kegiatan kampus, sehingga pihak dosen dan staf keamanan yang masih berada di area kampus mengambil langkah cepat untuk mencegah meluasnya konflik.
Insiden ini menimbulkan kegaduhan di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Beberapa mahasiswa bahkan dikabarkan sempat menyebarkan pesan melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta bantuan kepada keluarga dan rekan-rekan mereka agar datang ke lokasi, yang justru memperkeruh situasi.
Pihak kepolisian kini berfokus pada upaya mediasi dan pengamanan kampus guna mencegah bentrok susulan. Polisi juga mengimbau seluruh mahasiswa agar menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang.
Situasi di sekitar kampus UKIM saat ini sudah berangsur kondusif. Namun, aparat keamanan tetap disiagakan untuk memantau perkembangan dan menjaga ketertiban. Masyarakat diharapkan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. (QH)












